Perbandingan Produktivitas Tenaga Kerja Pembesian dan Bekisting Saat Jam Kerja Normal dan Lembur Menggunakan Metode Productivity Rating

Authors

  • Caroline Maretha Sujana Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Bina Nusantara University
  • Raka Aditya Hakim Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Bina Nusantara University

Keywords:

produktivitas, lembur, metode productivity rating, proyek konstruksi

Abstract

Produktivitas tenaga kerja adalah faktor penting yang mempengaruhi waktu penyelesaian proyek. Lembur sering dilakukan oleh kontraktor untuk mengejar progress proyek. Perlu diukur apakah terdapat perbedaan signifikan produktivitas tenaga kerja saat lembur dan saat jam kerja normal. Productivity rating adalah metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan produktivitas tenaga kerja selama jam kerja normal dan jam lembur pada pekerjaan pembesian dan bekisting. Pengamatan dilakukan kepada tenaga kerja terampil di dua proyek gedung di Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan sampel independen T-Test pada program SPSS, ditemukan ada perbedaan yang signifikan dalam produktivitas antara jam kerja normal dan jam lembur pada pekerjaan pembesian dan bekisting. Produktivitas tenaga kerja pembesian saat kerja lembur menurun sebesar 8,04% dari waktu kerja normal. Sementara itu, produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan bekisting saat kerja lembur menurun sebesar 8,89% dari waktu kerja normal.

Author Biography

Caroline Maretha Sujana, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Bina Nusantara University

Dosen fakultas teknis sipil Binus, rumpun ilmu manajemen konstruksi

References

Andi, A., & Prasetya, A. (2004). Analisa Produktifitas Pekerja dengan Metode Work Sampling Studi Kasus pada Proyek X dan Y. Civil Engineering Dimension, 6(2), 72–79.

Anif, B., Mizwar, Z., Sari, R., & Zaitul, Z. (2021). Construction Project Productivity in Indonesia. American Research Journal of Business and Management, 7(1), 1–9.

CURT (The Construction Users Roundtable). (2004). Extended Overtime on Construction Projects. https://kcuc.org/wp-content/uploads/2013/11/R402A-Extended-Overtime-on-Construction-Projects.pdf, diunduh pada 1 September 2021

Ghate, P. R., More, A. B., & Minde, P. R. (2016). Importance of measurement of labour productivity in construction. International Journal of Research in Engineering and Technology, 5(7), 413–417.

Hanna, A. S., Taylor, C. S., & Sullivan, K. T. (2005). Impact of extended overtime on construction labor productivity. Journal of Construction Engineering and Management, 131(6), 734–739.

Intergraph Corporation. (2012). Factors Affecting Construction Labor Productivity, Managing Efficiency in Work Planning. https://www.intergraph.com/assets/global/documents/SPC_LaborFactors_WhitePaper.pdf

Irwansyah, N. (2015). Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan Pada Perumahan Di Kalimantan Selatan. Jurnal Teknologi Berkelanjutan, 4(02), 44–49.

Karim, N. A., Hassan, S., Yunus, J., & Hashim, M. (2013). Factors influence labour productivity and the impacts on construction industry. Caspian Journal of Applied Sciences Research, 2, 349–354.

Lenggogeni, M. T. (2006). Dampak Lembur terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi (Sebuah Studi Literatur). Menara: Jurnal Teknik Sipil, 1(2), 12.

Mei, Y. E. (2006). Extended Overtime and The Effect to Labour Productivity in Construction: Workers Perspective [Thesis]. Universiti Teknologi Malaysia.

Nguyen, P. T., Phan, P. T., Nguyen, P.-C., Vu, N. B., & Le, L. P. (2019). Measurement of Construction Labor Productivity for Formwork of the High-Rise Building Project. Journal of Mechanics of Continua and Mathematical Sciences, 14(2), 112–120. https://doi.org/10.26782/jmcms.2019.04.00009

Nizar, M. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Tukang Besi pada PT. Wika Beton Pabrik Produk Beton Pasuruan. IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam, 5(2), 94–127.

Nurhadi, A. (2015). Perbandingan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi pada Jam Kerja Reguler dan Jam Kerja Lembur pada Pembangunan Gedung Bertingkat di Surabaya. Rekayasa Teknik Sipil, 1(1/rekat/15).

Prasetyo, D. A., Anthony, A., Chandra, H. P., & Ratnawidjaja, S. (2017). Analisis Produktivitas Tenaga Kerja dengan Metode Work Sampling: Studi Kasus Proyek Tunjungan Plaza 6. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 6(1).

Ramadhani, A. S. (2020). Pengukuran Waktu Baku dan Analisis Beban Kerja untuk Menentukan Jumlah Optimal Tenaga Kerja pada Proses Cetak Produk Lipstik di PT Astoria Prima. Operations Excellence, 12(2), 177–188.

Soekiman, A., Pribadi, K. S., Soemardi, B. W., & Wirahadikusumah, R. D. (2011). Factors relating to labor productivity affecting the project schedule performance in Indonesia. Procedia Engineering, 14, 865–873.

Sumarningsih, T. (2014). Pengaruh Kerja Lembur pada Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi. Media Komunikasi Teknik Sipil, 20(1), 63–69.

Tisnawan, R., & Hadi, S. (2016). Analisa Produktivitas Tenaga Kerja dan biaya pada Pekerjaan Pasangan Rangka Atap pada Pembangunan Perumahan Panam View Tipe 48. Racic: Rab Construction Research, 1(02), 96–105.

Ukkas, I. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Industri Kecil Kota Palopo. Kelola: Journal of Islamic Education Management, 2(2).

White, M. (1987). Working hours: Assessing the potential for reduction. International Labour Organisation.

Yanti, G. (2017). Produktivitas Tenaga Kerja dengan Metode Work Sampling Proyek Perumahan di Kota Pekanbaru. SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil, 3(2), 100–106.

Published

2021-09-30

How to Cite

Sujana, C. M., & Hakim, R. A. (2021). Perbandingan Produktivitas Tenaga Kerja Pembesian dan Bekisting Saat Jam Kerja Normal dan Lembur Menggunakan Metode Productivity Rating. Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil (JRKMS), 4(2), 145–152. Retrieved from http://ejournal.ust.ac.id/index.php/JRKMS/article/view/1400

Issue

Section

Artikel