Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (Pendistra)
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA
<p>Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (Pendistra) Terbit dua kali setiap Tahunnya yaitu Periode I <strong>Juni</strong> dan Periode II <strong>Desember</strong> . Pendidikan Bahasa Indonesia & Sastra berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi kajian di bidang Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, Metode Pembelajaran, serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.</p>en-US[email protected] (Candra Ronitua Gultom)[email protected] (Asnita Hasibuan)Thu, 27 Aug 2026 08:00:58 +0000OJS 3.3.0.13http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60ANALISIS KEMISKINAN DALAM NOVEL SI TUBO KARYA REKNO H. PURWANTI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/6667
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemiskinan direpresentasikan dalam novel Si Tubo karya Rekno H. Purwanti dan menilai kelayakannya sebagai bahan ajar sastra alternatif di sekolah menengah atas. Kajian ini dimotivasi oleh maraknya ketidaksetaraan sosial, khususnya kemiskinan, dalam masyarakat Indonesia dan bagaimana hal itu tercermin dalam karya sastra. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini menganggap sastra sebagai cermin masyarakat. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan dan dokumentasi, diikuti dengan reduksi dan klasifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut menggambarkan berbagai bentuk kemiskinan, seperti kemiskinan absolut, relatif, budaya dan struktural melalui penggambaran lingkungan kumuh, pekerjaan informal dan perjuangan anak-anak di masyarakat marginal. Novel ini selaras dengan persyaratan kurikulum dan mengandung nilai-nilai pendidikan, termasuk empati, ketekunan dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, Si Tubo cocok digunakan sebagai bahan ajar sastra di sekolah menengah atas, terutama untuk memperkuat karakter pendidikan dan meningkatkan kesadaran sosial di kalangan siswa.</span></span></p>putri aulia putri, Anggi Aulia Saharani, Sumarno
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/6667Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000KRITIK FEMINISME TERHADAP SISTEM PATRIARKI DALAM FILM “NGERI NGERI SEDAP “ KARYA BENE DION RAJAGUKGUK
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/5701
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi subjek dan objek penceritaan serta relasi gender dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dengan menggunakan teori analisis wacana feminis Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana film ini menampilkan pertarungan antara nilai-nilai patriarki dan feminisme, serta bagaimana posisi penonton diarahkan untuk memahami relasi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis dialog dan adegan yang mengandung representasi gender dan nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal cerita, film memposisikan laki-laki sebagai subjek dominan melalui tokoh Pak Domu yang mewakili sistem patriarki Batak: keras, berkuasa, dan menjunjung tinggi kehormatan adat. Sementara itu, perempuan digambarkan sebagai objek yang patuh dan tidak bersuara. Namun, seiring perkembangan cerita, film memperlihatkan pergeseran kekuasaan naratif ketika Mak Domu berani mengungkapkan perasaannya dan menentang ketidakadilan, sehingga perempuan menjadi subjek penceritaan. Film ini melanggengkan nilai-nilai budaya seperti penghormatan terhadap adat dan peran ayah, tetapi juga menawarkan nilai-nilai feminis berupa kesetaraan, keberanian berbicara, dan penghargaan terhadap perempuan.</p>Novita Hutauruk, Didiex Anjasmara Pasaribu
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/5701Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM CERPEN 9 DARI NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI: KAJIAN FEMINISME MARXIS
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/6336
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perempuan digambarkan dalam cerita pendek 9 Dari Nadira karya Leila S. Chudori dari perspektif feminis Marxis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang terdiri dari narasi, dialog, dan penggambaran karakter. Temuan menunjukkan bahwa perempuan digambarkan menghadapi tekanan sosial yang diakibatkan oleh struktur patriarki dan ketidakseimbangan kekuasaan, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Meskipun demikian, karakter Nadira juga menunjukkan kesadaran kritis terhadap situasi yang dihadapinya. Oleh karena itu, cerita pendek ini tidak hanya menggambarkan pengalaman perempuan tetapi juga menawarkan kritik sosial terhadap ketidaksetaraan gender.</span></span></p>Ridwan, Ulfah, Ulfah
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/6336Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000REPRESENTASI FEMINISME MARXIS PADA TOKOH ARIENNE DALAM NOVEL THE WAY I FIND MY BROTHER: SCYLLA’S WAY KARYA BELPOIN
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/6337
<p><em>This study aims to analyze the representation of Marxist feminism in the character of Arienne in the novel The Way I Find My Brother: Scylla's Way by Belpoin. This study uses a qualitative descriptive approach with a Marxist feminist perspective. The research data source is the novel The Way I Find My Brother: Scylla's Way, while the research data are in the form of words, phrases, sentences, and paragraphs that show the form of power relations, gender inequality, and the struggles of female characters in the story. Data collection techniques are carried out through reading and note-taking techniques. The results of the study show that the character of Arienne represents the struggle of women in facing the pressure of a male-dominated social structure. This study shows that the character of Arienne represents women's resistance to the patriarchal social structure. Although initially treated as an economic tool through an arranged marriage, Arienne appears as a brave, independent subject, and is able to determine her own destiny amidst gender inequality. Through the lens of Marxist feminism, she successfully breaks the boundaries of an unequal social system</em></p>Nensilianti, Fathia Al Thafunnisa, Ridwan
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/6337Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000ANALISIS WACANA FEMINISME SARA MILLS PADA FILM HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/5700
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam film Home Sweet Loan melalui pendekatan analisis wacana feminis Sara Mills. Teori Sara Mills menekankan dua konsep utama, yaitu posisi subjek-objek dan posisi pembaca, untuk melihat bagaimana perempuan ditampilkan serta bagaimana penonton diarahkan dalam memaknai tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian diperoleh dari 23 potongan dialog dan adegan dalam film yang berkaitan dengan isu gender, kemandirian, dan kesetaraan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa 20 data atau sekitar 87% menampilkan posisi subjek–objek, sedangkan 3 data atau sekitar 13% menggambarkan posisi pembaca (ideologi). Dominasi data pada posisi subjek–objek menunjukkan bahwa film ini lebih banyak menggambarkan perjuangan perempuan dalam menghadapi relasi kuasa dan perubahan posisi dari objek menjadi subjek yang berdaya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada awal cerita, tokoh perempuan utama, Kaluna, direpresentasikan sebagai sosok yang pasif dan terikat oleh nilai-nilai patriarki keluarga, namun seiring perkembangan alur, posisinya berubah menjadi subjek yang mandiri, kritis, dan berdaya dalam mengambil keputusan hidupnya. Ideologi patriarki yang kuat di awal film kemudian bergeser menuju ideologi feminis yang menonjolkan kemandirian perempuan. Dengan demikian, film Home Sweet Loan tidak hanya menampilkan kritik terhadap sistem patriarki, tetapi juga menghadirkan wacana baru tentang perempuan yang berdaya dan memiliki kontrol atas kehidupannya sendiri</p>Putri Simatupang, Sarmapanggabean
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/PENDISTRA/article/view/5700Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000