Formulasi Pembuatan Minuman Herbal dari Campuran Sari Jahe dan Temulawak

Authors

  • Dewi Restuana Sihombing Unika Santo Thomas

DOI:

https://doi.org/10.54367/retipa.v1i2.1211

Keywords:

Minuman Herbal, Ekstrak Temulawak, Jahe, Lama Penyimpanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk minuman herbal yang diperkaya dari sari jahe dan temulawak. Selain itu juga bermanfaat sebagai acuan dalam pembuatan minuman herbal dari campuran jahe dan temulawak. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama konsentrasi tepung kedelai dengan sandi J, terdiri dari 4 taraf, yaitu: Jo=80:20,  J1= 70:30, J2= 60:40, dan J3= 50:50. Faktor kedua lama pengeringan dengan sandi L, terdiri dari 4 taraf, yaitu: L0= 0 minggu, L1=1 minggu, L2= 2 minggu; dan L3= 3 minggu. Perlakuan perbandingan konsentrasi jahe dan temulawak berpengaruh sangat nyata terhadap keempat parameter ini yaitu total soluble solid (tss), pH, nilai total asam, dan uji organoleptik. Perlakuan lama penyimpanan (0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu) berpengaruh sangat nyata terhadap keempat parameter ini yaitu  total soluble solid (tss), pH, nilai total asam, dan uji organoleptik. Untuk total soluble solid (tss), dan  nilai total asam mengalami peningkatan pada grafiknya, sedangkan pH dan uji organoleptik mengalami penurunan pada tiap minggunya. Dan untuk kombinasi perlakuan perbandingan konsentrasi jahe dan temulawak berpengaruh sangat nyata uji organoleptik, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap total soluble solid (tss),  pH dan nilai total asam

References

Afifah, E. 2015. Khasiat dan Manfaat Temulawak: Rimpang Penyembuh Aneka Penyakit. Jakarta : Agro Media Pustaka.

Bahrun. 2011. Membuat Sari Pati Jahe. Jakarta: PT Balai pustaka.

Bangun, M. K. 1991. Rancangan Percobaan. Bagian Biometer Fakultas Pertanian USU-Press. Medan.

Buckle, K.A., Edwards, R. A., Fleet, G. H, and Wootton, M. 1987. Food Science dalam Ilmu Pangan. Penerjemah Hari Purnomo dan Adiono. Universitas Indonesia, Jakarta.

Cahyana, M., Ekaprasada, T., Herry, A. 2014. Isolasi Senyawa Antioksidan Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Nees exBlume), ISSN No. 0218-0781.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Program Penanggulangan Anemia Gizi Pada Wanita Usia Subur (WUS). Depkes RI.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Hadi, S., 1985. Manfaat temu lawak ditinjau dari segi Kedokteran,Proceedings Simposium National Temulawak. UNPAD. Bandung.

Hasanah, M., Sukarman dan D. Rusmin. 2004. Teknologi Produksi Jahe. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Litbang Pertanian.

Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi: Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Kusumah, R.A. 2007. Optimasi Kecukupan Panas Melalui Pengukuran Distribusi dan Penetrasi Panas Pada Formulasi Minuman Sari Buah Pala (Myristica fragrans HOUTT). Skripsi. Fateta. IPB. Bogor.

Matondang, L. 2005. Zinngiber officinale L. Pusat Penelitian dan Pengembagangan Obat Unas. Bandung.

Muchtadi, T. Dan Sugiono. 1993. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rahayu., 2001. Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor.

Sidik Moelyono, Muhtadi dan Rosa, 1999. Makalah Seminar: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Botani, Etnobotani, Kimia, Farmakologi dan Pemanfaatannya dalam Kesehatan.

Sivakumar, D., Divine Njie, Hester Vermulen, Lise Korsten, Rosa Rolle. 2009. Horticultural Chain Management for Eastern and Southern Africa A Theoretical Manual. Food and Agriculture Organization of the United Nations and Commonwealth Secretariat, London.

Soebagio B, Soeryati S, Fauziah K. 2006. Pembuatan sediaan krim antiakne ekstrak rimpang temulawak (Curcuma Xanthorrhiza roxb). Farmasi FMIPA. UNPAD.

Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi, 1984. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.

Sumiati. 1997. Minuman Berkhasiat dari Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.). Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor.

Syarief, H. 1989. Percobaan-Percobaan Makanan. [Petunjuk Laboratorium]. Bogor: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.

Tian and White, 1994. Antioxidant activity of Oat extracts in soybean and cottonseedoils. J. Am. Oil Chem. Soc, 71 (1994), pp. 1079–1086

Published

2021-04-28

How to Cite

Sihombing, D. R. (2021). Formulasi Pembuatan Minuman Herbal dari Campuran Sari Jahe dan Temulawak. Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA), 1(2), 69–75. https://doi.org/10.54367/retipa.v1i2.1211

Issue

Section

Artikel