ANALISIS WACANA FEMINISME SARA MILLS PADA FILM HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
DOI:
https://doi.org/10.54367/pendistra.v9i1.5700Keywords:
Keywords: feminism, Sara Mills, critical discourse analysis, Home Sweet LoanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam film Home Sweet Loan melalui pendekatan analisis wacana feminis Sara Mills. Teori Sara Mills menekankan dua konsep utama, yaitu posisi subjek-objek dan posisi pembaca, untuk melihat bagaimana perempuan ditampilkan serta bagaimana penonton diarahkan dalam memaknai tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian diperoleh dari 23 potongan dialog dan adegan dalam film yang berkaitan dengan isu gender, kemandirian, dan kesetaraan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa 20 data atau sekitar 87% menampilkan posisi subjek–objek, sedangkan 3 data atau sekitar 13% menggambarkan posisi pembaca (ideologi). Dominasi data pada posisi subjek–objek menunjukkan bahwa film ini lebih banyak menggambarkan perjuangan perempuan dalam menghadapi relasi kuasa dan perubahan posisi dari objek menjadi subjek yang berdaya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada awal cerita, tokoh perempuan utama, Kaluna, direpresentasikan sebagai sosok yang pasif dan terikat oleh nilai-nilai patriarki keluarga, namun seiring perkembangan alur, posisinya berubah menjadi subjek yang mandiri, kritis, dan berdaya dalam mengambil keputusan hidupnya. Ideologi patriarki yang kuat di awal film kemudian bergeser menuju ideologi feminis yang menonjolkan kemandirian perempuan. Dengan demikian, film Home Sweet Loan tidak hanya menampilkan kritik terhadap sistem patriarki, tetapi juga menghadirkan wacana baru tentang perempuan yang berdaya dan memiliki kontrol atas kehidupannya sendiriReferences
Berikut adalah hasil perbaikan dan pemformatan ulang daftar pustaka Anda sesuai dengan standar penulisan APA Style (7th Edition). Format telah disesuaikan dengan kerapihan hanging indent (baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam), perbaikan penulisan judul (sentence case), serta pembersihan teks sampah (teks penggalan dari salinan PDF yang terbawa).
Asheva, A. J., & Tasyarasita, A. Z. (2022). Case of vengeful woman in news text: Sara Mills’ critical discourse analysis. Deiksis, 14(2), 142–151. https://doi.org/10.30998/deiksis.v14i2.9999
Aulia, M., Pramiyanti, A., & Pasaribu, A. L. (2024). Wacana gerakan perempuan melawan sistem patriarki (Analisis wacana kritis Sara Mills). E-Proceedings of Management, 11(6), 7225–7232. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/25166
Drajat, A. (2015). Analisis wacana feminisme Sara Mills dalam acara Catatan Najwa Spesial Hari Kartini: Perempuan di keluarga Shihab [Skripsi/Tesis, Nama Perguruan Tinggi].
Hidayati, N. (2019). Teori feminisme: Sejarah, perkembangan dan relevansinya dengan kajian keislaman kontemporer. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 14(1), 21–29. https://doi.org/10.15408/harkat.v14i1.10403
Hutabalian, E. E., Panggabean, S., & Bangun, K. (2022). Citra perempuan dalam novel “Lebih Senyap dari Bisikan” karya Andina Dwifatma: Kajian kritik sastra feminisme. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 19(2), 88–102.
Mills, S. (2004). Discourse (2nd ed.). Routledge.
Nuryati. (2015). Feminisme dalam kepemimpinan. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 16(1), 161–179.
Rif’at, D. F., & Nurwahidin, N. (2022). Feminisme dan kesetaraan gender dalam kajian Islam kontemporer. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(1), 172–181. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i1.6038
Wardani, S. W., Purnomo, D., & Lahade, J. R. (2016). Analisis wacana feminisme Sara Mills program Tupperware She Can! on Radio (Studi kasus pada Radio Female Semarang). Interaksi Online, 4(4), 1–12.
Wiwik, Y. (2020). Analisis wacana kritis terhadap berita kriminal pembunuhan Wayan Mirna Salihin (Dengan pendekatan Sara Mills). SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra, 12(1), 22–33. https://doi.org/10.36733/sphota.v12i1.677






