PERKAWINAN LINTAS SUKU TANPA MANGAIN MARGA PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU: STUDI TENTANG LEGITIMASI DAN NEGOSIASI ADAT SERTA HAK BUDAYA

Authors

  • Yustinus Slamet Antono Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan
  • Markus Nicodemus Panggabean Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan
  • Gonti Simanullang Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan

Keywords:

perkawinan lintas suku, mangain marga, masyarakat batak toba perantauan, dalihan natolu, identitas kultural, hak budaya, legitimasi adat

Abstract

Tesis ini mengkaji praktik perkawinan lintas suku tanpa mangain marga pada masyarakat Batak Toba perantauan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang menimbulkan persoalan mengenai penerimaan dan legitimasi adat, batas keanggotaan marga, serta akses terhadap hak budaya dalam kerangka Dalihan Natolu. Penelitian ini merumuskan masalah tentang bagaimana identitas Batak Toba dipertahankan dan bagaimana posisi adat serta hak budaya dinegosiasikan ketika mekanisme mangain marga tidak dilaksanakan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara identitas kultural, struktur marga, Dalihan Natolu, legitimasi perkawinan, dan pemenuhan hak budaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan wawancara lapangan dengan masyarakat Batak Toba perantauan yang mengalami praktik tersebut serta tokoh adat. Analisis didukung oleh teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, konstruksi realitas sosial Peter L. Berger, dan identitas sosial Henri Tajfel dan John Turner. Temuan menunjukkan bahwa perkawinan lintas suku tanpa mangain marga tidak serta-merta menghapus identitas Batak Toba, tetapi dapat membatasi pengakuan genealogis, posisi dalam struktur adat, pelaksanaan peran adat, dan akses terhadap hak budaya. Adat tetap dipertahankan melalui proses negosiasi, penyederhanaan, simbolisasi, serta legitimasi yang bersumber dari restu keluarga, pemberkatan Gereja, penerimaan komunitas, dan praktik sosial sehari-hari. Kebaruan tesis ini terletak pada pemahaman perkawinan tersebut sebagai bentuk legitimasi adat yang parsial dan bertingkat, yang memperlihatkan bahwa keberlanjutan identitas kultural tidak selalu sejalan dengan keutuhan posisi adat dan pemenuhan hak budaya.

References

-------. “Social Identity, Self-Categorization, and the Perceived Homogeneity of Ingroups and Outgroups: The Role of Social Identity Salience”, dalam Personality and Social Psychology Bulletin, vol. 25, no. 6 (1999), hlm. 809-818.

-------. Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan. Judul asli: The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Diterjemahkan oleh Hasan Basari. Jakarta: LP3ES, 1990.

-------. The Sacred Canopy: Elements of A Sociological Theory of Religion. New York: Anchor Books, 1969.

Antono, Yustinus Slamet – Aprilyanto, Bednadetus. Ritual Sesaji: dalam Dinamika Hidup Beragama. Medan: Bina Media Perintis, 2023.

Antono, Yustinus Slamet – Tinambunan, Laurentius – Simanullang, Gonti (ed.). Kearifan Lokal Batak Toba, Simalungun, Karo, Nias. Medan: Bina Media Perintis, 2024.

Antono, Yustinus Slamet et al. “Fungsi Perayaan Adat Batak dan Perayaan Sakramen Perkawinan pada Masyarakat Batak Katolik dalam Perspektif Fungsionalisme Agama”, dalam Logos Jurnal Filsafat-Teologi, vol. 20, no. 2 (Agustus 2023), hlm. 163-174.

Aritonang, Sihar. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Armawi, Armaidy. “Kearifan Lokal Batak Toba Dalihan Natolu dan Good Governance dalam Birokrasi Publik”, dalam Jurnal Filsafat, vol. 18, no. 2 (Agustus 2008), hlm. 157-166.

Ashforth, Blake E. – Mael, Fred. “Social Identity Theory and the Organization”, dalam Academy of Management Review, vol. 14, no. 1 (1989), hlm. 20-39.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu. Statistik Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu 2024. Baturaja: Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu, 2024.

Barth, Fredrik. Ethnic Groups and Boundaries: The Social Organization of Culture Difference. Oslo – London: Universitetsforlaget – Allen & Unwin, 1969.

Berger, Peter L. – Luckmann, Thomas. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. New York: Anchor Books, 1967.

Berger, Peter L. Invitation to Sociology: A Humanistic Perspective. New York: Anchor Books, 1963.

Bettencourt, Ann R. et al. “Status Differences and In-Group Bias: A Meta-Analytic Examination”, dalam Psychological Bulletin, vol. 127, no. 4 (2001), hlm. 520-542.

Bevans, Stephen B. Models of Contextual Theology. Maryknoll, New York: Orbis Books, 2002.

Bourdieu, Pierre. Outline of A Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press, 1977.

Brewer, Marilynn B. “The Psychology of Prejudice: Ingroup Love or Outgroup Hate?”, dalam Journal of Social Issues, vol. 55, no. 3 (1999), hlm. 429-444.

Brouner, M.A.W. – Heryadi, Puspa. Sejarah Filsafat Barat Modern dan Sezaman. Bandung: Penerbit Alumni, 1979.

Butarbutar, Elisabeth Nurhaini. “Perlindungan Hukum terhadap Prinsip Dalihan Natolu sebagai Hak Konstitusional Masyarakat Adat Batak Toba”, dalam Jurnal Konstitusi, vol. 16, no. 3 (September 2019), hlm. 488-509.

Chaer, Abdul – Agustina, Leonie. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Creswell, John W. – Poth, Cheryl N. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. USA: Sage Publications, 2016.

Danandjaja, James. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Grafiti, 2007.

Djoko, M. A. S. Sri et al. Mobilitas Penduduk dan Bonus Demografi. Bandung: Unpad Press, 2015.

Ellemers, Naomi et al. “Sticking Together or Falling Apart: In-Group Identification as a Psychological Determinant of Group Commitment versus Individual Mobility”, dalam Journal of Personality and Social Psychology, vol. 72, no. 3 (1997), hlm. 617-626.

Gaertner, Samuel L. et al. “Reducing Intergroup Bias: The Benefits of Recategorization”, dalam Journal of Personality and Social Psychology, vol. 57, no. 2 (1989), hlm. 239-249.

Gama, Judistira K. Teori-teori Perubahan Sosial. Bandung: Program Pasca sarjana Universitas Padjadjaran, 1992.

Harahap, Basyral Hamidy. Adat Batak Toba dalam Perspektif Sosiologis. Jakarta: Grafiti Press, 1987.

Haslam, S. Alexander et al. “Social Identity and Stereotype Consensus: Social Identity Salience and the Emergence of Stereotype Consensus”, dalam Personality and Social Psychology Bulletin, vol. 25 (1999), hlm. 809-818.

Henani, Yudista Mely. Persepsi Masyarakat Batak Toba tentang Pernikahan Mangain (Mengangkat) Marga dalam Pernikahan Adat Batak Toba di Mesuji. Bandar Lampung: Universitas Lampung, 2016. (Skripsi).

Hogg, Michael A. – Reid, Scott A. “Social Identity, Self-Categorization, and the Communication of Group Norms”, dalam Communication Theory, vol. 16, no. 1 (2006), hlm. 7-30.

Hogg, Michael A. – Terry, Deborah J. “Social Identity and Self-Categorization Processes in Organizational Contexts”, dalam Academy of Management Review, vol. 25, no. 1 (2000), hlm. 121-140.

Hogg, Michael A. et al. “Uncertainty, Entitativity, and Group Identification”, dalam Journal of Experimental Social Psychology (2007), hlm. 1-21.

Katekismus Gereja Katolik. Diterjemahkan oleh P. Herman Embuiru. Ende: Nusa Indah, 2014.

Koentjaraningrat (ed.). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan, 2002.

Koentjaraningrat. Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.

Kuncoro, Rachmad K. Dwi. 20 Tokoh Sosiologi Modern. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2008.

Lintang Jaya Pangaribuan. “Konstruksi Realitas Budaya Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon pada Jemaat Gereja HKBP Martadinata Bandung”, dalam Jurnal Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, vol. 2, no. 1 (2018), hlm. 384-391.

Loeb, Edwin M. Sumatra: Its History and People. London: Oxford University Press, 1972.

Downloads

Published

2026-10-27

Issue

Section

Articles