RISIKO PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI JAHE DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.54367/agriust.v6i1.5466Keywords:
Jahe, Just and pope, Pendapatan, risiko produksiAbstract
Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman hortikultura yang biasa digunakan sebagai tanaman rempah dan obat yang berpotensi untuk dibudidayakan secara intensif. Tantangan yang dihadapi petani dalam mengembangkan budidaya jahe adalah rendahnya produktivitas jahe yang menyebabkan penurunan hasil. Hal tersebut menunjukkan adanya risiko dalam budidaya jahe. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis produksi dan faktor risiko produksi jahe serta menganalisis pendapatan petani jahe di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Rumah Tangga Tanaman Hortikultura tahun 2014 dengan menggunakan 3.751 sampel dari lima provinsi dengan produksi jahe tertinggi. Model Just and Pope dipilih untuk menganalisis risiko produksi dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, sedangkan pendapatan petani jahe dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan dummy berpengaruh nyata terhadap produktivitas jahe, yang artinya setiap penambahan bibit, pupuk pestisida dan tenaga kerja akan meningkatkan produktivitas jahe. Hasil estimasi fungsi risiko menunjukkan bahwa variabel bibit, pestisida dan tenaga kerja merupakan faktor yang menurunkan risiko, sedangkan pupuk dan musim merupakan faktor yang meningkatkan risiko. Hasil analisis pendapatan pertanian menunjukkan bahwa pendapatan pada musim kemarau lebih besar dibanding dengan pendapatan pada musim hujan. Hal itu sejalan dengan hasil fungsi risiko yang menyatakan bahwa risiko pada musim kemarau lebih tinggi diganding dengan musim hujan. Nilai R/C rasio di kedua musim diperoleh 1,69 dan 1,63 yang artinya usahatani tanaman jahe di Indonesia masih menguntungkan. Bibit dan tenaga kerja merupakan variabel yang memiliki nilai koefisian tertinggi, yang artinya kedua variabel tersebut sangat responsif terhadap produksi jahe. Sehingga apabila pemerintah ingin meningkatkan produksi jahe, maka variabel bibit dan tenaga kerja perlu diperhatikan dalam upaya pengembangan budidaya jahe.References
[Balitbangtan]. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2011. Budidaya Ramah Lingkungan pada Jahe. Jakarta: Agroinovasi.
[BPS] Badan Pusat Statistik-Statistics Indonesia. 2020. Produksi Tanaman Biofarmaka (Obat) 2016-2020 [internet]. [diunduh 20 Maret 2022] Badan Pusat Statistik- Statistics Indonesia.
[FAO]. Food and Agriculture Organization. 2022. Production of Ginger: top 10 producers 2019. Diakses melalui https://www.fao.org/faostat/en/#data/QCL/visualize pada tanggal 20 Maret 2022.
[Kementan]. Kementerian Pertanian. 2019. Jahe Sebagai Tanaman Obat Tradisional. Diakses melalui http://cybex.pertanian.go.id/artikel/81828/jahe-sebagai-tanaman-obat-tradisional/ pada tanggal 22 Maret 2022
As’ary, Suyatno A, Dolorosa E, Rinaldi U. 2022. Risks of Ginger farming in kubu raya regency (Case study in teluk empening village, Terentang district). Jagrisep, 21(1),85 – 102. DOI: 10.31186/jagrisep.21.1.85–102.
Astuti LTW, Daryanto A, Syaukat Y, dan Daryanto HK. 2019. Analisis risiko produksi usahatani bawang merah pada musim kering dan musim hujan di Kabupaten Brebes. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA),3(4), 840-852.
Begum R, Sharmin S, Mitra S, Akhi K, Deb L, Kamruzzaman M, Khan AM. 2023. Production risk and technical inefficiency of bean (Phaseolus vulgaris) cultivation in Bangladesh: Do socio-economic factors matter. Social Sciences & Humanities Open, 7(1). doi.org/10.1016/j.ssaho.2023.100417.
Chalise PD, Ghimire S, Neupane J, Devkota K. 2019. Economics of production and marketing of Ginger in Sunsari District, Nepal. Acta Scientific Agriculture, 3(11), 193–198.
Chrisdiyanti YK, Yuliawati. 2019. Analisis pendapatan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi Bunga Potong Krisan di Desa Duren Kecamatan Bandungan. Jurnal Agribisnis Perikanan, 121, 1-7.
Darmansyah E, Muani A, Radian. 2017. Risiko produksi usahatani jeruk siam pontianak (Citrus nobilis var. Micricarpa) di Kabupaten Sambas. Jurnal Social Economic of Agriculture, 6(1),13-23.
Fariyanti A. 2008. Perilaku ekonomi rumahtangga petani sayuran dalam menghadapi risiko produksi dan harga produk di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Ghozali RM dan Wibowo R. 2019. Analisis risiko produksi usahatani bawang merah di desa petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 3(2), 294-310. doi.org/10.21776/ub.jepa 2019.003.02.7
Harmono dan Andoko A. 2005. Budi Daya dan Peluang Bisnis Jahe. Jakarta Selatan: AgroMedia Pustaka.
Juanda, B. (2009). Ekonometrika Pemodelan dan Pendugaan. Bogor (ID): IPB Press
Khatiwada D dan Yadav P. 2022. Technical efficiency of Ginger production in Ilam District of Nepal: A Stochastic Production Frontier Approach. Advances in Agriculture, 8. doi.org/10.1155/2022/300762.
Kurniati D. 2012. Analisis risiko produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada usahatani jagung di kecamatan Menpawah hulu Kabupaten Landak. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian 1(3), 60-68. doi.org/10.26418/j.sea.v1i3.4366.
Maurice S and Thomas R. 2002. Managerial Economics, 7th ed. New York (NY): The McGraw-Hill Companies.
Naufal AF, Krisnamurthi B, Baga ML. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi lada di Provinsi Lampung. Forum Agribisnis (Agribusiness Forum), 12(1), 1-11. doi.org/10.29244/fagb.12.1.1-11.
Nugraheni SS, Tinaprilla N, Rachmina D. 2022. Pengaruh penggunaan bibit bersertifikat terhadap produksi dan efisiensi teknis usahatani kentang di Kecamatan Pengelengan. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal og Indonesia Agribusiness), 10(2), 389-401. doi.org/10.29244/jai.2022.10.2.389.401
Paimin FB dan Murhananto. 2007. Budi Daya, Pengolahan, Perdagangan Jahe. Bogor: Penebar Swadaya.
Prabawa TA, Dewi KR. 2019. Efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam produksi Jahe Gajah. Jurnal Manajemen Agribisnis, 7(1). doi.org/10.24843/JMA.2019. v07.i01.p.
Prasetya NR, dan S Putro. 2019. Hubungan tingkat pendidikan dan umur petani dengan penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian sub sektor tanaman pangan di Desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Edu Geography. 7(1): 47–56.
Saputra JE, Prasmatiwi FE, Ismono RH. 2017. Pendapatan dan risiko usahatani jahe di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. JIIA, 5(4).
Setiawan S dan Selmitri S. 2022. Pengaruh plant growth promoting Rhizobacteria (Pgrp) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jahe Gajah (Zingiber officinale Rose). Jurnal Inovasi Penelitian, 3(3), 5603-5606. doi.org/10.47492/jip.v3i3.192.
Sonwani KD, Koshta KA, Tigga B. 2018. An economic analysis of production and marketing of Ginger in Bilaspur District of Chhattisgarh, India. International Journal of Current Microbiology and Applied Science. 7(1), 2195-2201.
Suharyanto, Rinaldi J, Arya NN. 2015. Analisis risiko produksi usahatani padi sawah di Provinsi Bali. Jurnal Agraris, 1(2), 70-77.
Triyono dan Sumarmi. 2018. Budidaya tanaman jahe di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Adiwidya, 2(2),1-9.
Wibisonya I. 2019. Preferensi petani dalam menghadapi risiko produksi Cabai Merah Keriting di Kabupaten Cianjur [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








