Faktor - Faktor yang Memengaruhi Harga Gabah Kering Panen Berdasarkan Kebijakan Pemerintah di Indonesia: Pendekatan ARDL (Autoregressive Distributed Lag)
Keywords:
Harga Gabah Kering Panen, HPP, Kadar Air, Kadar Hampa, ARDLAbstract
Harga Gabah Kering Panen (GKP) dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan kualitas gabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Harga Pembelian Pemerintah (HPP), kadar air, dan kadar hampa/kotoran terhadap harga gabah kering panen di Indonesia. Penelitian menggunakan data runtut waktu bulanan periode Januari 2020–Desember 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan HPP berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga gabah kering panen dalam jangka pendek, namun tidak signifikan dalam jangka panjang. Kadar air berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek, tetapi tidak signifikan dalam jangka panjang. Sementara itu, kadar hampa/kotoran berpengaruh negatif namun tidak signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan HPP dan kualitas gabah berperan penting dalam pembentukan harga gabah dalam jangka pendek.References
Aenunnisa, N., Sumarjono, D., & Mukson. (2018). Pola distribusi dan margin pemasaran gabah di Kabupaten Karawang. Mediagro, 14(1), 33–44.
Agoes, T. A., & Aziza. (2022). Implementasi kebijakan pemerintah terhadap harga gabah di Kabupaten Banyuasin. Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis), 3(2), 157–172.
Badan Pusat Statistik. (2022). Rata-rata harga gabah tingkat petani. Jakarta: BPS.
Ellis, F. (1992). Agricultural policies in developing countries. Cambridge: Cambridge University Press.
Engle, R. F., & Granger, W. J. 1987. Co-Integration and Error Correction: Representation, Estimation, and Testing.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Greene., William H., 2000. Econometric Analysis. New York University. Prentice Hall, Upper River, New Jersey 07458.
Maulana, M, Rachman B 2011. Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah-beras tahun 2010: Efektivitas dan implikasinya terhadap kualitas dan pengadaan oleh Dolog. Analisis Kebijakan Pertanian, 9(4), 331–347.
Maulana, M. (2012). Prospek implementasi HPP multikualitas gabah dan beras di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 10(3), 211–223.
Nurcayah, Syamsinara, & Sufa, B. 2024. Analisis Harga Pokok Penjualan Gabah Kering Panen di Desa Wowasolo Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe.Agrisurya,3(2),5–10.https://doi.org/10.51454/agrisurya.v3i2.894
Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
Rifa’i, A. (2010). Faktor penentu harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Indonesia. Jurnal Inovasi dalam Pembangunan Kabupaten Lampung Timur, 57–74.
Sawit, M. H. (2010). Kebijakan beras dan pangan nasional. Bogor: IPB Press.
Sembiring, S.A.2011. Analisis Ekonomi terhadap Instruksi Presiden tentang Kebijakan Perberasan Nasional tahun 2005-2008. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sembiring, S.A., Harianto., Siregar, H., Saragih, B. 2010. Implementasi Kebijakan Perberasan di Tingkat Petani: Kinerja dan Pespektif Petani ke Depan. Analisis Kebijakan Pertanian: Vol 8(4); 339-361.
Sembiring, S.A. 2013. Implementasi Harga Pembelian Pemerintah dalam Instruksi Presiden tentang Kebijakan Perberasan (Kasus: Desa Sei rejo, Kecamatan Sei Rampah, kabupaten Serdang Bedagai). Jornal Penelitian Rekayasa Vol 6(1): 26-32
Sembiring, S.A. 2016. The Implementation of New Technology on Indonesia’s Rice Import: Based on Presidential Instruction for Rice Policy. International Conference on Technology Innovation and Society (ICTIS) 2016. Published ITP Press.
Sembiring, S.A. 2017. The Implementation Rice Policy based on Presidential Instruction on Household Food Security. The International Journal of Humanities & Social Studies, 5(8):274-279
Sembiring, S.A. 2025. Perkembangan Kebijakan Perberasan Berdasarkan Instruksi Presiden. Tujuan-Kendala-Instrumen dan Implementasinya. Penerbit PT NEM Pekalongan, Indonesia.
Sembiring, S. A., & Sibuea, P. 2018. The long-run equilibrium between retail price and market operations: Based on the Presidential Instruction for Rice Policy. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 205(1), 012006. https://doi.org/10.1088/1755-1315/205/1/012006
Sembiring, S. A., & Tampubolon, J. 2024. Impact of COVID-19 Pandemic on Indonesia’s Agricultural Subsectors: An ARDL Approach.
Agricultural and Resource Economics: International Scientific E-Journal, 10(3), 168–185. https://doi.org/10.51599/are.2024.10.03.10
Sembiring, S. A., Sihaloho, H., & Sirait, T. N. S. 2022. Dampak Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah terhadap Produksi Gabah Indonesia. Jurnal Agriust, 2(2), 46–51.
Sembiring, S. A., & Purba, A. W. D. (2023). Hubungan tingkat pendidikan terhadap jenis gabah dijual petani. Jurnal Agriust, 4(1), 30–36.
Sembiring, S.A., and Hutauruk, J. 2018. Econometric Model of Rice Policy based on Presidential Instruction. IOP Conf.Series: Materials Science and Engineering, 300.
Setiawati, D. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gabah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(4), 783–793.
Syahrul. (2017). Teknologi pengeringan gabah dan implikasinya terhadap mutu hasil panen. Jurnal Teknologi Pertanian
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








