Jurnal Agriust
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST
Jurnal Agriust (Agribisnis Unika Santo Thomas Program Studi Agribisni Universitas Katolik Santo Thomas, berisi artikel ilmiah yang memuat dan mempublikasikan bidang Agribisnis sebagai sistem yang merupakan hasil penelitian dan ulasan ilmiah di bidang kajian Agribisnis. Lingkup topik jurnal meliputi konsep, teori dan kajian terhadap agribisnis sebagai sistem, mulai subsistem faktor produksi (up stream agribusiness), subsistem produksi (on farm agribusiness), sub sistem pemasaran dan pengolahan / agroindustri (down stream agribusiness) dan subsistem penunjang (supporting agribusiness). Lingkup topik jurnal dapat merupakan hasil penelitian dan ulasan ilmiah kajian agribisnis dari pendekatan keterkaitan diantara subsistem agribisnis, pada tingkat lokal, regional dan internasioanal. Jurnal Agriust diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan Nobember-Desember dan Juni-Juli setiap tahunnya.Universitas Katolik Santo Thomas Medanen-USJurnal Agriust2746-8992STRATEGI OPTIMALISASI PENGELOLAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI DIGITAL PADA SWEETBERRY AGROWISATA CIPANAS KABUPATEN CIANJUR
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6435
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Instagram sebagai media promosi digital pada Sweetberry Agrowisata Cipanas Kabupaten Cianjur, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya, serta merumuskan strategi optimalisasi pengelolaan Instagram dalam meningkatkan daya tarik wisatawan. Pemanfaatan <em>digital marketing</em> melalui media sosial menjadi penting dalam pengembangan agrowisata karena mampu memperluas jangkauan promosi, membangun interaksi dengan calon wisatawan, serta meningkatkan daya tarik destinasi wisata berbasis pengalaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif serta analisis SWOT (<em>Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats</em>). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dan didukung oleh data sekunder yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengelolaan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai selisih faktor internal (S–W) sebesar 0,53 dan faktor eksternal (O–T) sebesar 0,60, sehingga posisi strategi berada pada Kuadran I (strategi SO). Strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (<em>growth strategy</em>) melalui peningkatan kualitas konten visual, konsistensi unggahan, pemanfaatan fitur Instagram, serta pengembangan konten kreatif dan interaktif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi promosi digital berbasis media sosial pada sektor agrowisata dan dapat menjadi acuan praktis bagi pengelola wisata dalam mengoptimalkan Instagram secara efektif dan berkelanjutan.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Instagram, promosi digital, agrowisata, SWOT, media sosial</p>Via Nisa AuliaReny SukamawaniIka Sofia Rizqiani
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-3062Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Ubi Jalar di Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6571
Maryanti Sitohang
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-3062Mekanisme Rantai Pasok pada Kawasan Agroeduwisata di Desa Wisata Cisande Kabupaten Sukabumi
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6608
<p>ABSTRACT</p> <p> </p> <p>This study aims to analyze the structure of the supply chain mechanism (product, information, and financial flows) and evaluate its operational effectiveness in creating added value for local communities in the agro-edu-tourism area of Cisande Tourism Village, Sukabumi Regency. The research uses a descriptive qualitative method with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation involving ten key informants selected by purposive sampling. The results show that the supply chain mechanism is vertically integrated, with the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) acting as the integrator. The product flow transforms commodities into on-site educational packages without centralized storage facilities. Information flow is managed via instant messaging but is hindered by non-booking tourists. Financial flow applies a one-gate system with a 50% down payment scheme and markup pricing. This supply chain effectively breaks dependence on middlemen and increases the price margin for upstream communities. However, operational effectiveness is still constrained by high idle capacity due to demand fluctuations, damaged infrastructure, and failure to absorb the adult companion segment. In conclusion, supply chain management has provided economic added value but requires mitigation strategies such as a buffer stock system and market diversification.</p>isman ismanReny SukmawaniEma Hilma Meilani
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6608Kelayakan Investasi Desa Wisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Kabupaten Sukabumi
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6642
<p>Desa Wisata Hanjeli di Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu desa wisata yang dikembangkan berbasis komoditas lokal hanjeli. Pengembangan desa wisata tersebut memerlukan investasi yang relatif besar sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kelayakan investasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi Desa Wisata Hanjeli berdasarkan aspek finansial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kriteria <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Rate of Return</em> (IRR), <em>Net Benefit Cost Ratio</em> (Net B/C), dan <em>Payback Period</em> (PP) berdasarkan arus kas periode 2026–2030 dengan tingkat diskonto 5,50%. Hasil penelitian menunjukkan NPV sebesar Rp254.255.146, IRR sebesar 16,93%, Net B/C sebesar 1,45, dan <em>Payback Period</em> selama 4 tahun 2 bulan. Seluruh indikator memenuhi kriteria kelayakan sehingga investasi dinyatakan layak secara finansial. Hal ini menunjukkan bahwa usaha desa wisata berbasis hanjeli memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.</p>Nadiya Rahadatul AisyEndang Tri AstutiningsihAshrul Tsani
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6642Strategi Meningkatkan Daya Tarik Kunjungan ke Desa Wisata Hanjeli Sukabumi
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6665
<p>Desa Wisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi merupakan destinasi agrowisata berbasis komoditas lokal yang menjadikan tanaman hanjeli (<em>Coix lacryma-jobi</em>) sebagai identitas utama wisatanya. Seiring meningkatnya jumlah desa wisata di Indonesia yang mencapai 4.674 desa pada tahun 2023, persaingan antar destinasi semakin ketat sehingga dibutuhkan strategi pemasaran yang efektif dan terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran Desa Wisata Hanjeli melalui pendekatan bauran pemasaran (<em>marketing mix</em> 4P) dan analisis SWOT dengan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, wawancara semi terstruktur, dan observasi langsung terhadap 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis IFAS menunjukkan skor kekuatan 1,972 dan kelemahan 1,120, sedangkan EFAS menunjukkan skor peluang 2,015 dan ancaman 1,347. Berdasarkan koordinat X = 0,85 dan Y = 0,67, posisi Desa Wisata Hanjeli berada pada Kuadran I. Strategi yang diprioritaskan adalah strategi SO (<em>Strengths</em>–<em>Opportunities</em>), mencakup penyeragaman informasi dan harga paket wisata di seluruh <em>platform</em> serta pengembangan paket tematik sesuai musim panen hanjeli, diikuti peningkatan konsistensi konten media sosial dan kerja sama dengan <em>influencer</em> wisata budaya dan kuliner untuk memperluas jangkauan promosi, mengingat 80% pengunjung saat ini masih berasal dari wilayah Sukabumi.</p>Pitri Pujia
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6665A MEMICU PENGEMBANGAN USAHA CUKA KAYU BERDASARKAN KUALITAS DAN HARGA
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6765
<p>Cuka kayu merupakan produk hasil samping proses pirolisis biomassa yang memiliki potensi besar sebagai produk pertanian ramah lingkungan, namun pemanfaatannya di Indonesia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan usaha dan strategi promosi produk cuka kayu pada KWT Dewi Sri di Desa Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, menggunakan analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Juni 2026 dengan pendekatan <em>mixed methods</em>. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 45 responden yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Analisis dilakukan menggunakan matriks IFAS, EFAS, dan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, serta merumuskan strategi pemasaran yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama meliputi harga produk yang terjangkau dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, sedangkan kelemahannya adalah strategi promosi yang masih sederhana dan pemasaran yang belum terarah. Peluang utama berasal dari potensi peningkatan ekonomi keluarga dan dukungan pemerintah, sementara ancaman meliputi menurunnya daya beli masyarakat dan rendahnya permintaan pasar. Nilai IFAS sebesar 3,4 dan EFAS sebesar 3,1 menempatkan usaha pada Kuadran I SWOT, yang menunjukkan kondisi sangat menguntungkan dengan strategi pertumbuhan agresif (<em>growth oriented strategy</em>). Strategi yang direkomendasikan meliputi mempertahankan kualitas produk dan harga yang kompetitif, meningkatkan promosi melalui media digital, memperjelas segmentasi pasar, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan sektor pertanian. Pengembangan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk cuka kayu, memperluas pangsa pasar, serta mendukung pengembangan agribisnis berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular</p>Husaeni
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6765SABUMI Innovation (Sabilulungan for Stable Prices in Sukabumi Regency): A Collaborative Governance Model for Regional Inflation Control in Supporting Price Stability of Essential and Strategic Goods.
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6798
<p><em>Food price stability is a key factor in maintaining regional food security and controlling inflation. Sukabumi Regency faces significant challenges in stabilizing staple food prices due to the limited coverage of conventional market operations, dependence on government funding, and the complexity of food distribution across its extensive geographical area. In response to these challenges, the Sukabumi Regency Government introduced SABUMI (Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi) as a collaborative public service innovation designed to improve the effectiveness of regional food price stabilization. This study aims to analyze the implementation of SABUMI as a public service innovation in supporting regional inflation control. A qualitative case study approach was employed, with data collected through document analysis, observation, and a review of official innovation documents. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that SABUMI introduces several innovative features, including a mobile service approach, an accessible community-based service request mechanism, and a blended financing scheme involving local government, BULOG, village-owned enterprises (BUMDes), private distributors, and local communities. The implementation of SABUMI has strengthened stakeholder collaboration in improving food affordability, ensuring food availability, and enhancing distribution efficiency, thereby contributing to the stability of the Regional Price Development Index (Indeks Perkembangan Harga/IPH) in Sukabumi Regency. From the perspectives of Diffusion of Innovation and Collaborative Governance, SABUMI demonstrates the characteristics of an adaptive, practical, and observable innovation that effectively addresses local challenges in food price stabilization. This study concludes that SABUMI represents a best practice in public service innovation and offers a replicable model for strengthening regional inflation control and food security in other regions with similar socio-economic and geographical characteristics.</em></p>Yana Chefiana chefy
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6798ANALISIS KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN BUAH DURIAN DI UCOK DURIAN MEDAN
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6827
<p><em>This study aims to analyze consumer attitudes and the relationship between durian fruit attributes and purchasing decisions at Ucok Durian Medan. The attributes examined include price, taste, color, size, freshness, and texture. The research employed a descriptive quantitative approach using the Fishbein multi-attribute model and Pearson correlation analysis. A total of 100 respondents were selected through accidental sampling. The results revealed that freshness was the most influential factor affecting purchasing decisions (19.97%), followed by texture (18.54%), taste (17.28%), color (16.68%), size (15.24%), and price (12.84%). The Pearson correlation analysis showed that all attributes were positively correlated with purchasing decisions, with the strongest correlations found in freshness (r = 0.603) and color (r = 0.577). These findings indicate that consumers at Ucok Durian prioritize sensory quality over price when making purchasing decisions.</em></p>Cyprianus P.H Saragi
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6827Analisis Permintaan Impor Bawang Putih di Indonesia
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6843
<p><em>Garlic (Allium sativum L.) is a strategic food commodity in Indonesia, with an import dependency ratio exceeding 90 percent due to limited domestic production capacity. This study aims to analyze Indonesia's garlic import demand from major supplying countries using the Almost Ideal Demand System (AIDS) approach. Secondary annual time-series data on the volume and value of Indonesia's garlic imports for the period 2011–2025, obtained from UN Comtrade, were grouped into two supplier categories, namely China and the Rest of the World (ROW). The AIDS model was estimated to satisfy the adding-up and homogeneity restrictions, from which own-price, cross-price, and expenditure elasticities were subsequently derived. The results show that Indonesia's garlic import value grew at an average rate of 5.62 percent per year during 2011–2025, with import shares between China and ROW becoming increasingly balanced, indicating early diversification of supply sources. Import demand from both supplier groups is price-elastic and exhibits a substitution relationship. Garlic imports are also classified as a normal good, with an expenditure elasticity close to unity (1.010). These findings underscore that the high price elasticity and substitutive relationship between supplier countries can serve as a basis for government policy in designing supply diversification strategies alongside the strengthening of domestic production, so that Indonesia's dependency on garlic imports can be gradually reduced without generating price instability at the consumer level.</em></p>Meily Andriani
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6843K Keunggulan Komoditas Pakcoy di Puspa Agrofarm
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6844
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Budidaya tanaman pakcoy dengan menggunakan sistem hidroponik merupakan solusi dari masalah keterbatasan lahan dan proses penanaman yang dapat dilakukan 3-4 kali dalam setahun. Penelitian ini menganalisis keunggulan komoditas pakcoy di Puspa Agrofarm dengan menggunakan tiga elemen keunggulan yaitu, sumber keunggulan, keunggulan posisi dan prestasi hasil akhir. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana keunggulan komoditas pakcoy yang dimiliki oleh Puspa Agrofarm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survei serta observasi parsipatif aktif di perusahaan Puspa Agrofarm. Pengolahan data menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Microsoft Exel</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> kemudian dilakukan analisis secara statistik deskriptif dengan pengukuran pengukuran skala </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">likert</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , teknik sampling yang digunakan yaitu sensus atau jenuh dimana seluruh populasi dijadikan informan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sumber keunggulan yang dimiliki menurut informan karyawan masuk ke dalam kategori tinggi dengan skor 3.67, keunggulan posisi masuk ke dalam kategori sangat tinggi dengan skor 4.4 dan prestasi hasil akhir termasuk ke dalam kategori tinggi dengan skor 4. Menurut informan mitra yang menyatakan bahwa sumber keunggulan dengan skor 3.5 yaitu kategori tinggi, keunggulan posisi 3.7 masuk kategori tinggi dan prestasi hasil akhir 4.4 yaitu masuk dalam kategori sangat tinggi dengan demikian maka komoditas pakcoy merupakan komoditas unggulan di Puspa Agrofarm.</span></span></p>sinta wulandari
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-08-102026-08-106210.54367/agriust.v6i2.6844Efisiensi Teknis dan Alokatif Usaha Tani Tambak Udang Vaname Pola Intensif dan Non-Intensif: Kajian Sistematis Berbasis Komunitas
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AGRIUST/article/view/6849
<p><em>This study examines the technical and allocative efficiency of intensive and non-intensive vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) pond farming through a Systematic Literature Review (SLR) grounded in Farrell's theory of productive efficiency and its two major methodological extensions, namely stochastic frontier analysis and data envelopment analysis. Following the PRISMA protocol, seventeen eligible articles from the Google Scholar, Garuda, and Scopus databases (2014–2025), indexed in SINTA and Scopus, were synthesized thematically. The findings show that intensive ponds consistently exhibit higher technical efficiency due to better control of water quality, stocking density, and feed management, whereas their allocative efficiency is more varied and tends to be lower due to the high proportion of feed and energy costs. Non-intensive ponds in several locations even show financial performance that is not significantly different, despite lower productivity. Drawing on social capital theory and common-pool resource institutional theory, this study also identifies capital and technology access gaps, weak farmer-group institutions, and the risk of social inequality as the most strategic community-based issues warranting further research. This study presents a theoretically grounded conceptual framework for future primary research on the community-based efficiency of vannamei shrimp farming businesses in Indonesia.</em></p>Tasha Annisa Awaina
Copyright (c) 2026 Jurnal Agriust
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-302026-07-306210.54367/agriust.v6i2.6849