Perbandingan Karakteristik Morfologi Pisang Sibolon, Toba dan Sileu (Musa paradisiaca L.) di Sumatera Utara
Keywords:
karakterisasi, morfologi, pisang endemik, Sumatera UtaraAbstract
Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta keragaman varietas lokal yang melimpah. Namun, informasi mengenai karakteristik morfologi pisang lokal masih terbatas, khususnya di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik morfologi tiga jenis pisang lokal, yaitu pisang Sibolon, pisang Toba, dan pisang Sileu (Musa paradisiaca L.) yang tumbuh di Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Mei 2025 di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, dan Kecamatan Porsea Kabupaten Toba. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Pengamatan dilakukan terhadap karakter vegetatif dan generatif tanaman, meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah serta ukuran daun, jumlah sisir per tandan, jumlah buah per sisir, ukuran dan berat buah, ketebalan kulit, serta berat total tandan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakter morfologi yang cukup jelas antar ketiga varietas pisang yang diamati. Pisang Sibolon memiliki pertumbuhan vegetatif paling tinggi (8,28 m), diameter batang terbesar (31,7 cm), serta ukuran dan bobot per buah terbesar (160 g) dibandingkan pisang Toba dan Sileu. Pisang Toba menunjukkan karakter morfologi yang relatif stabil dengan ukuran buah yang Panjang (24,77 cm) dan kulit buah lebih tipis, sedangkan pisang Sileu memiliki postur tanaman lebih pendek (6,25 m) dengan ukuran dan berat buah paling kecil (73,14 g). Perbedaan karakter morfologi tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik varietas serta kondisi lingkungan tumbuh masing-masing lokasi. Penelitian ini memberikan informasi penting sebagai dasar karakterisasi, konservasi plasma nutfah pisang lokal, serta sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan dan pemuliaan varietas unggul pisang di Sumatera Utara.References
Agriawati, D.P. dan Napitupulu, B. 2012. Karakteristik fisiko-kimia buah pisang lokal khas Sumatera Utara untuk konsumsi segar dan olahan. In prosiding seminar dan kongres nasional sumber daya genetik (vol. 310).
Badan Pusat Statistik. 2015. Produksi tanaman pisang seluruh provinsi. Diakses dari www.bps.go.id pada tanggal 14 Maret 2015.
Damayanti, I. 2010. Koleksi plasma nutfah pisang secara ex vitro dan in vitro serta kamansitologi dan analisa keragaman antar karakter berdasarkan penanda fenotipe. Jurnal Ilmiah Faktor Exacta . 3(2):145-157
Komaryati dan Adi, S. 2012. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi Budidaya Pisang Kepok (Musa paradisiaca) di Desa Sungai Kunyit Laut Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak. J. Iprekas: 53-61
Rumidi, S. 2006. Metode Penelitian Petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula. Gajah Mada Univeristy Press.
Yogyakarta.
Rusdiansyah, D. 2013. Potensi dan Peluang Investasi serta Permasalahan Komoditi pisang di Kalimantan Timur.
Badan Perijinan Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
Santoso, S. 2000. SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta: 432 hal.
Sukartini, 2006. Pengelompokan Aksesi pisang Menggunakan Karakter Morfologi IPGRI. J.Hort. 17 (1): 26- 33.
Wijayanto, T., Dirvamena, B., dan Ente, L. 2013. Hubungan Kekerabatan Aksesi pisang kepok (Musa 1paradisiaca Formatypica) di Kabupaten Muna Berdasarkan Karakter Morfologi dan Penanda RAPD. J.Agroteknos Vol.3 No.3 Hal 163-171
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurdin Sitohang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


