AGROSUSTAIN
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST
<p><strong>Jurnal AGROSUSTAIN </strong> diterbitkan oleh <strong>Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Medan </strong>bekerjasama dengan <strong>LPPM Universitas Katolik Santo Thomas</strong>. Jurnal ini mengakomodir artikel/karya ilmiah meliputi agronomi, ilmu tanah, hama dan penyakit, teknologi benih, pemuliaan tanaman, pascapanen, dan sosial ekonomi pertanian. Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, telaah/tinjauan literatur, penelitian singkat (short communication) dan gagasan penting dalam bidang pertanian.</p>en-US[email protected] (Kurnia Selekta Etika Harefa)[email protected] (Alex Rikki)Thu, 23 Jul 2026 05:24:37 +0000OJS 3.3.0.13http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Ilalang (Imperata cylindrica sp) sebagai Bioadsorben Teraktivasi HCl untuk Adsorpsi Karoten dari Crude Palm Oil (CPO)
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6811
Rafael Winardi
Copyright (c) 2026 Rafael Winardi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6811Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000Efektivitas Penggunaan PSB (Photosynthetic bacteria) Dari Bahan Limbah Kolam Ikan Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.)
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6813
Delima Panjaitan
Copyright (c) 2026 Delima Panjaitan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6813Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000Monitoring Tingkat Serangan dan Pengendalian Hama Ulat Kantong (Crematopsyehe pendula) Pada Tanaman Kelapa Sawit di Perkebunan Tanah Gambus PT Socfin Indonesia
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6824
<p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui observasi lapangan, pengambilan sampel titik sensus, dan sensus ulang. Monitoring dilakukan untuk memantau populasi ulat kantong. Pengendalian ada 2 metode menurut stadia ulat yang ditemukan pada sensus normal. bila ulat berukuran > 5 mm pengendalian akan menggunakan trunk injeksi dengan insektisda menggunakan bahan aktif Achepat 75 % dan jika stadia ulat berukuran < 5 akan menggunakan pengendalian High Power Sprayer (HPS). Pengumpulan data melalui wawancara berdasarkan observasi. Penelitian ini secara sengaja (Purposive sampling) memilih lokasi. Blok yang dipilih 4 blok yaitu blok pada 57 (2012), 63 (2012), 62 (2013), 58 (2010). Diberikan kode blok yaitu blok A,B,C,D. Pemilihan lokasi didasarkan pada keberadaan ulat kantong yang masih banyak ditemukan pada tanaman kelapa sawit di perkebunan tersebut. Survey dilakukan untuk memperoleh jumlah ulat di lapangan. Data terkumpul dideskriptifkan di akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan serangan hama ulat kantong tetap terjadi walaupun sudah dilakukan teknik pengendalian setiap bulan. Pada jumlah ulat yang paling tinggi dalam blok tersebut adalah di blok A bulan maret yaitu jumlah ulat mencapai angka 7973. Pengendalian pada blok ini menggunakan pengendalian trunk injeksi, setelah itu dilakukan sensus ulang hasil ulat adalah 311 ulat dengan tingkat mortalitas adalah sebesar 94,96%. Teknik pengendalian (trunk injeksi dan High Power Sprayer) yang diterapkan pada hama Ulat kantong (Crematopsyhe pendula) sama-sama memiliki efektifitas yang tinggi, namun serangan ulat kantang tetap tinggi pada pengamatan sensus norma pada bulan berikutnya.</p>Siktus Hutauruk
Copyright (c) 2026 sixtoes h
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6824Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pengembangan Kakao Rakyat di Dataran Tinggi Sumatera Utara
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6830
<p>Kakao diperdagangkan secara global terutama dalam bentuk coklat, yang memberikan keuntungan bagi petani dan industri makanan di berbagai negara produsen. Produktivitas kakao rakyat di Indonesia masih rendah (±497 kg<sup>-1</sup>ha<sup>-1</sup>tahun<sup>-1</sup>) dengan mutu biji kurang baik, karena pengelolaan sederhana, dan gangguan hama penggerek buah kakao dan helopeltis, serta penyakit busuk buah. Faktor ketinggian tempat dan iklim juga mempengaruhi produktivitas dan mutu, pertumbuhan optimal pada ketinggian 0–600 m dpl, mutu biji terbaik pada ketinggian 400–800 m dpl, sehingga ketinggian ideal <800 m dpl. Altitude mempengaruhi suhu, tekanan udara, radiasi, dan curah hujan, yang berdampak terhadap lama pematangan buah (5-6 bulan). Biji bermutu baik berbobot 1,0-1,2 g per biji dan seragam. Budidaya kakao di dataran tinggi Sumatera Utara berkembang pada ketinggian >800 m dpl di sekitar Danau Toba khususnya di kabupaten Karo, Dairi, Tapanuli Utara, Samosir dan Humbang Hasundutan. Ternyata pada ketinggian 700-1.350 m dpl tanaman kakao masih tumbuh dan berkembang dengan mutu buah yang baik. Untuk revitalisasi dan pengembangan kakao di dataran tinggi perlu menggunakan klon unggul, menerapkan panen sering, pangkasan, sanitasi, pemupukan, perlindungan buah, pascapanen (fermentasi dan pengeringan). Untuk hilirisasi dan komersialisasi maka biji kering perlu diolah lebih lanjut menjadi pasta kakao (<em>liquor</em>), mentega kakao (<em>butter</em>), dan bubuk kakao (<em>powder</em>).</p>Nurdin Sitohang
Copyright (c) 2026 Nurdin Sitohang
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6830Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000Pemanfaatan Tanah TPA Terjun Terhadap Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth)
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6831
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jarak pengambilan tanah TPA dan komposisi media tanah TPA terhadap pertumbuhan tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.). Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jarak pengambilan tanah TPA, yaitu 0 m, 52 m, dan 104 m dari lokasi TPA. Faktor kedua adalah komposisi media tanam, terdiri dari 100% tanah permukaan, 75% tanah permukaan + 25% tanah TPA, 50% tanah permukaan + 50% tanah TPA, 25% tanah permukaan + 75% tanah TPA, dan 100% tanah TPA. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan bobot akar segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik jarak pengambilan tanah TPA maupun komposisi tanah TPA berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman nilam, sedangkan interaksinya tidak berpengaruh signifikan pada semua parameter yang diamati. Pertumbuhan terbaik didapat dari tanah yang diambil pada jarak 52 m dari tempat pembuangan sampah dan dari media tanam yang terdiri dari 50% tanah atas dan 50% tanah tempat pembuangan sampah. Perlakuan ini menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan berat akar segar tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa campuran seimbang antara tanah atas dan tanah tempat pembuangan sampah bisa meningkatkan sifat fisik dan kimia media tanam serta mendukung pertumbuhan optimal tanaman nilam.</p>Yustina Sri Sulastri
Copyright (c) 2026 Yustina Sri Sulastri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6831Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pupuk Organik Mol Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6832
<p>Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk organik MOL bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (<em>Lactuca sativa </em>L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Paribun Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 1.500 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Februari 2026.</p> <p>Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan perlakuan pemberian larutan Mikro Organisme Lokal (MOL) bonggol pisang dengan 5 taraf yaitu : M<sub>0</sub> = tanpa MOL, M<sub>1</sub> = konsentrasi 25 ml MOL/liter air, M<sub>2 </sub>= konsentrasi 50 ml MOL/liter air, M<sub>3</sub> = konsentrasi 75 ml MOL/liter air dan M<sub>4</sub> = konsentrasi 100 ml MOL/liter air. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bobot basah tanaman per plot, bobot basah akar dan volume akar.</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian MOL bonggol pisang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bobot basah tanaman per plot, bobot basah akar dan volume akar tanaman selada (<em>Lactuca sativa </em>L.).. Pemberian MOL bonggol pisang 100 ml/l air menghasikan pertumbuhan dan produksi tanaman selada (<em>Lactuca sativa </em>L.) tertinggi. Untuk meningkatkan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada (<em>Lactuca sativa </em>L.). disarankan dengan melakukan pemberian MOL bonggol pisang sebanyak 100 ml/l air</p>Rio Stepanus Tarigan
Copyright (c) 2026 Rio Stepanus Tarigan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6832Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000Pertumbuhan Vegetatif dan Status Hara Na–K Akar Tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus) Akibat Pemberian Fitosan dan Kompos Jerami Padi di Lahan Salin
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6833
Kurnia Selekta Harefa
Copyright (c) 2026 Kurnia Selekta Harefa
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6833Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Kulit Nenas dan Pupuk Kandang Bebek pada Budidaya Kedelai (Glycine max L.) Organik
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6834
Elisabeth Sri Puji Astuti
Copyright (c) 2026 Elisabeth Sri Puji Astuti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6834Thu, 23 Jul 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Pemberian Kompos Jerami Padi dan Kompos Daun Hijau terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Sistem Raised Bed
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6910
<p>The utilization of agricultural waste as organic compost has become an environmentally friendly alternative to improve soil fertility and reduce dependence on inorganic fertilizers. Rice straw and green leaf residues are abundant agricultural by-products with considerable potential as organic compost for vegetable cultivation. This study aimed to determine the effect of rice straw compost and green leaf compost on the growth and yield of pak choi (<em>Brassica rapa</em> L.) cultivated under a raised bed system and to identify the most effective compost treatment. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments: control (without compost), rice straw compost, green leaf compost, and a combination of rice straw compost and green leaf compost. Each treatment was replicated three times. The observed parameters included plant height, number of leaves, root length, and fresh weight at 35 days after transplanting. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and significant differences among treatments were further evaluated using the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The results showed that compost application significantly improved the growth and yield of pak choi. The combined application of rice straw compost and green leaf compost consistently produced the best performance for all observed growth and yield parameters compared with single compost applications and the control treatment. The study concludes that combining rice straw compost and green leaf compost is an effective organic fertilization strategy for enhancing pak choi growth and productivity under a raised bed cultivation system while promoting sustainable utilization of agricultural waste.</p>Leonardus Historis Manao
Copyright (c) 2026 leonardus manao
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/6910Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0000