MANAJEMEN INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR 060873 KECAMATAN MEDAN TIMUR
Keywords:
manajemen inovasi pendidikan, manajemen berbasis sekolah, mutu pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolahAbstract
Mutu pembelajaran di sekolah dasar tidak dapat dilepaskan dari bagaimana sekolah mengelola inovasi secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi manajemen inovasi pendidikan berbasis sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar 060873 Kecamatan Medan Timur, mencakup dimensi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal digunakan untuk menggali pengalaman nyata di lapangan secara mendalam dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi program sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan inovasi dilakukan melalui koordinasi kolaboratif antara kepala sekolah dan guru, meski masih membutuhkan penguatan pada aspek analisis kebutuhan berbasis data; (2) pelaksanaan inovasi terwujud melalui pembelajaran aktif, penggunaan media variatif, dan pendekatan kontekstual; (3) evaluasi berjalan secara sederhana dan perlu diperkuat dengan instrumen yang lebih terstruktur; (4) inovasi yang dikelola berbasis sekolah memberikan dampak positif pada keaktifan siswa, kreativitas guru, dan kualitas proses belajar-mengajar. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen inovasi yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang suportif, budaya kolaboratif, dan komitmen institusional yang konsisten—bukan sekadar program sesaat yang bersifat seremonial.References
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik pendidikan Indonesia 2024. BPS.
Danim, S. (2010). Kepemimpinan pendidikan: Kepemimpinan jenius (IQ+EQ), etika, perilaku motivasional, dan mitos. Alfabeta.
Daryanto. (2011). Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Gava Media.
Fullan, M. (2007). The new meaning of educational change (4th ed.). Teachers College Press. Hamalik, O. (2008). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara.
Hidayat, R., & Patras, Y. E. (2020). Manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Jurnal Manajemen Pendidikan, 8(2), 123–130.
Kemendikdasmen. (2024). Panduan pemanfaatan dan pemeliharaan perangkat digitalisasi pembelajaran.
Kemendikdasmen.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
Mulyasa, E. (2013). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. Remaja Rosdakarya.
Pidarta, M. (2011). Manajemen pendidikan Indonesia. Rineka Cipta. Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Sagala, S. (2013). Manajemen strategik dalam peningkatan mutu pendidikan. Alfabeta. Sallis, E. (2012). Total quality management in education (3rd ed.). Routledge.
Suharsaputra, U. (2018). Kepemimpinan inovatif kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Jurnal Administrasi Pendidikan, 25(1), 45–56.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
UNESCO. (2023). Technology in education: 2023 global education monitoring report. UNESCO. Wahjosumidjo. (2011). Kepemimpinan kepala sekolah: Tinjauan teoretik dan permasalahannya. Rajawali
Pers.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage. Zamroni. (2011). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultural. Gavin Kalam Utama.









