Analisis Deskriptif Kuanitatif Minat Belajar Matematika Siswa Kelas VII Di Lingkungan Pondok Pesantren
Keywords:
Minat Belajar; Pembelajaran Matematika; Siswa Kelas VII; Lingkungan Pesantren; Analisis Deskriptif;Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara nyata tingkat minat belajar matematika siswa kelas VII di lingkungan pondok pesantren, Stigma mengenai rendahnya minat belajar matematika sering kali diperparah ketika dihadapkan pada lingkungan pondok pesantren, di mana santri harus membagi fokus antara jadwal akademis yang padat dan aktivitas keagamaan yang ketat. Minat belajar merupakan faktor pentingl yang menentukan keberhasilan akademik dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara nyata tingkat minat belajar matematika siswa kelas VII di lingkungan pondok pesantren sekaligus menguji asumsi negatif tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 31 siswa kelas VII Pondok Pesantren As’ad sebagai subjek penelitian melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan secara langsung menggunakan instrumen non-tes berupa angket minat belajar matematika berskala Likert yang terdiri dari 30 butir pernyataan. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan distribusi kategori berbantuan software Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang positif, di mana rata-rata persentase minat belajar matematika siswa secara klasikal mencapai 71,75% (skor rata-rata 86,10) yang masuk dalam kategori Tinggi. Secara rinci, sebaran data menunjukkan 3,23% siswa berada pada kategori sangat tinggi, 45,16% pada kategori tinggi, 48,39% pada kategori sedang, dan 3,23% pada kategori rendah. Temuan ini membuktikan bahwa sistem pendidikan pesantren yang disiplin dan terstruktur tidak menghambat akademis, melainkan justru berpotensi besar mendukung terbentuknya minat belajar matematika yang kuat pada fase remaja awal. Implikasi penelitian ini menyarankan pentingnya bagi guru matematika di pesantren untuk mempertahankan pembelajaran yang menarik dan adaptif guna mengantisipasi kejenuhan santri di tengah padatnya aktivitas asrama.References
Abdurrahman, M. (2012). Anak Berkesulitan Belajar: Teori, Diagnosis, dan Remediasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Erlando Doni Sirait, Apriyani, D. D., & Erlangga, F. (2016). Analisis Minat Belajar Dan Bakat Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. MATHLINE: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 1(2), 113–122. https://doi.org/10.31943/mathline.v1i2.23
Fauzi, M., & Ramadhani, S. (2023). Efikasi Diri dan Regulasi Diri Siswa dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 1145-1158.
Hasratuddin. (2015). Mengapa Harus Belajar Matematika?. Medan: Perdana Publishing.
Hidayat, R., & Setiawan, A. (2019). Sosiologi Pendidikan Pesantren. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhibbin Syah. (2017). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pane, A., & Darwis Dasopang, M. (2017). Belajar Dan Pembelajaran. FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333–352. https://doi.org/10.24952/fitrah.v3i2.945
Sari, R. P., & Wardhani, S. (2021). Faktor Dominan yang Mempengaruhi Minat Belajar Matematika Santri di Pondok Pesantren. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 6(2), 78-85.
Schunk, D. H. (2012). Learning Theories: An Educational Perspective. Boston: Pearson.
Sirait, Erlando Doni. (2016). Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Formatif, 6(1), 35–43.
Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suciyati, & Mariamah. (2018). Hubungan antara Minat Belajar dengan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V SD Negeri 04 Sila. Jurnal Pendidikan MIPA, 8(2), 142–149. https://doi.org/10.37630/jpm.v8i2.265
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Utami, T. (2021). Kecemasan Matematis: Dampak dan Strategi Penanganannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wahyudi, W., & Syarifuddin, S. (2020). Desain Pembelajaran Matematika Berbasis Kontekstual. Jurnal Elemen, 6(1), 12-23.
Yudhanegara, M. R., & Hotimah, K. (2016). Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika, 10(1), 45-54.







