PENGARUH PEMBERIAN IMBALAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN LEPAS PADA PT. HORIZON GROUP PONDOK BATU KABUPATEN TAPANULI TENGAH

Authors

  • Hendra Sahputra Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
  • Khairil Safli Pohan Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
  • Amaludin Sikumbang Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
  • Rifka Hadia Lubis Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.54367/kukima.v5i2.6804

Keywords:

Pengaruh, Pemberian Imbalan, Semangat Kerja

Abstract

Berdasarkan pengamatan penulis di PT. Horizon Group Pondok Batu, Kabupaten Tapanuli Tengah, pemberian imbalan belum diterapkan dengan sukses, yang dianggap berdampak negatif terhadap semangat kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian imbalan terhadap semangat kerja karyawan di PT. Horizon Group (HG) Pondok Batu di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kelompok studi terdiri dari 62 anggota, yang semuanya merupakan karyawan lepas yang menjadi fokus penelitian. PT. Horizon Group (HG) Pondok Batu, di Kabupaten Tapanuli Tengah, memiliki cakupan operasi yang luas dan menggunakan banyak karyawan lepas, seperti yang terlihat dari pengamatan penulis di sana. Akibatnya, diperlukan pengaturan untuk memberikan imbalan kepada karyawan dengan berfokus pada unsur-unsur positif agar dapat meningkatkan semangat kerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara pemberian imbalan dan semangat kerja karyawan lepas di PT. Horizon Group (HG) Pondok Batu, Kabupaten Tapanuli Tengah, menggunakan berbagai tes. Nilai yang dihitung sebesar 0,75 menunjukkan adanya hubungan antara koefisien korelasi dan data. Ini adalah salah satu karakteristik dari hubungan yang kuat. Besarnya pengaruh dievaluasi menggunakan koefisien determinasi, yang mengungkapkan bahwa variabel lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini, seperti kepemimpinan, kesejahteraan, kompetensi karyawan, dll., menyumbang 56,25% dari dampak tersebut. Y = 9,33 + 0,80 X adalah hasil dari persamaan regresi linier, yang menunjukkan bahwa ketika variabel X (imbalan) = 0, variabel Y (semangat kerja) = 9,33, dan ketika variabel X (imbalan) = 1, variabel Y (semangat kerja) = 10,13. Hipotesis yang dikemukakan pada bab I dianggap benar dengan membandingkan nilai t yang dihitung dengan nilai t tabel menggunakan uji hipotesis, dan hasilnya adalah nilai t yang dihitung > nilai t tabel (8,788 > 2,000).

References

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Danti. (2014). Pengaruh Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV Sejahtera Pakisaji Malang.

Ghozali, I. (2003). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasibuan, M. S. P. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2002). Jakarta: Balai Pustaka.

Nurjannah, Bustami, & Saharuddin. (2013). Pengaruh Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan Tetap pada PT Perkebunan Nusantara XIV Persero Palu Luwu.

Padido. (2011). Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Gorontalo.

Putra. (2013). Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan dan Kinerja Karyawan pada PT United Indobali Denpasar.

Sangadji, E. M., & Sopiah. (2010). Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sulistiyani, A. T., & Rosidah. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Susanteni. (2010). Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan di Hotel Bumi Asih Pangkal Pinang dengan Semangat Kerja sebagai Variabel Moderasi.

Umar, H. (2005). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

2026-07-30