CINTA MANUSIAWI DAN ILAHI HATI YESUS KRISTUS
Uraian Teologis Pemikiran Paus Fransiskus Dalam Ensiklik Dilexit Nos (Dia Telah Mengasihi Kita, Rm 8:37)
Keywords:
wahyu, sabda, hati, cinta, kerahiman, belaskasih, devosi, pemulihanAbstract
Hati Kudus Yesus adalah Sumber dan Pusat Cinta Allah yang dinyatakan dalam Sang Sabda Kekal yang Mengenakan Daging Insani. Hati Kudus Yesus adalah pusat semua ungkapan kasih dari Kitab Suci yang tertulis dalam daging. Hati Kudus Yesus tidak hanya diimani sebagai cinta yang dinyatakan dalam pemberian (pengabdian dengan pemberian diri tanpa pamrih), tetapi serentak menjadi Sumber Keselamatan dan Kehidupan bagi semua manusia yang sangat dicintai-Nya, yaitu Sumber Air yang memuaskan dahaga umat yang dicintai-Nya. Hati Kudus Yesus adalah Hati Dunia, dasar dan prinsip pemersatu dari semua realitas yang ada di jagat ini. Hati Kudus Yesus, Sumber Air Kesegaran yang memuaskan dahaga semua manusia serta Sumber Rahmat dan Dasar Panggilan Iman menuju perjumpaan yang mendalam dengan Allah, Sang Cinta dan Sumber Cinta. Umat Katolik menyembah Hati Kudus Yesus dalam devosi kepada Hati Kudus-Nya. Dalam iman Katolik, devosi kepada Hati Kudus Yesus merupakan “ringkasan” pengalaman iman, sintesis luhur dari ungkapan iman dan wujud penyembahan kepada Yesus Kristus. Umat Katolik diundang untuk mengangkat dan menyatukan hatinya dengan Hati Kudus Yesus yang Hidup. Dengan berdevosi kepada Hati Kudus Yesus, umat Katolik memberikan ruang perjumpaan dengan-Nya, menyembah-Nya dan akhirnya mengakui bahwa luka di Hati Yesus merupakan akibat dari dosa dan kesalahan semua umat manusia; dosa saya dan dosa kita. Kesadaran iman ini akan membawa penghiburan bagi-Nya serta menggerakkan iman dan kemanusiaan kita untuk melakukan tindakan pemulihan dengan cara: meneruskan Cinta Hati-Nya yang Mahakudus.References
Benediktus XVI, Paus XVI, Ensiklik Deus Caritas Est (Allah adalah Kasih). Seri Dokumen Gerejawi no. 83, diterjemahkan oleh Piet Go. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2010, no. 19.
Fransiskus, Paus, Ensiklik Dilexit Nos (Cinta Manusiawi dan Ilahi Hati Yesus Kristus). Seri Dokumen Gerejawi no. 143, diterjemahkan oleh Albertus Bayu Christanto. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2025.
Fransiskus, Paus, Seruan Apostolik Evangelii Gaudium (Sukacita Injil). Seri Dokumen Gerejawi no. 94, diterjemahkan oleh F. X. Adisusanto dan Bernadeta Harini Tri Prasasti. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2015, no. 9-13.
Fransiskus, Paus, Ensiklik Lumen Fidei (Terang Iman). Seri Dokumen Gerejawi no. 93, diterjemahkan oleh T. Krispurwana Cahyadi. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2014, no. 23-28.
Fransiskus, Paus, Bulla Misericordia Vultus (Wajah Kerahiman). Seri Dokumen Gerejawi no. 99b, diterjemahkan oleh F. X. Adisusanto. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2016, no. 8.
Pius XII, Paus, Ensiklik Haurietis Aquas (Kamu Akan Menimbah Air). Seri Dokumen Gerejawi no. 126, diterjemahkan oleh Cees van Paassen. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2021, no. 4.
Yohanes Paulus II, Paus, Ensiklik Dives in Misericordia (Kaya Dalam Kerahiman). Seri Dokumen Gerejawi no. 99, diterjemahkan oleh A. Alfons S. Suhardi dan B. F. X. Adisusanto. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2016, hlm. 13-16.









