KESETIAAN & PENGHARAPAN DALAM KRISIS PANGGILAN KENABIAN

Uraian Eksegetis dan Refleksi Teologis Yer 15:10-21

Authors

  • Surip Stanislaus Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan
  • Parningotan Kevin Mahulae Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan

Keywords:

kesetiaan, pengharapan, panggilan kenabian, pemulihan, penderitaan, krisis panggilan

Abstract

Realitas hidup imam dan calon imam masa kini ditandai dengan berbagai dinamika dan tantangan yang kompleks, baik secara sosial, kultural maupun spiritual. Dalam konteks dunia yang semakin sekuler, individualistik dan relativisme moral, mereka dituntut untuk mempertahankan kesetiaan pada panggilan ilahi di tengah tekanan batin, godaan duniawi dan ketidakpastian arah hidup yang menimbulkan krisis identitas dalam menjalani hidup imamat. Perikop Yer 15:10-21 menggambarkan pergulatan batin Nabi Yeremia dalam menghadapi penderitaan dan penolakan akibat panggilan kenabiannya. Meskipun mengalami keputusasaan, Allah meneguhkan kesetiaan-Nya dengan janji perlindungan dan pemulihan. Teks ini memerhatikan keteguhan iman dalam penderitaan serta pengharapan akan pemulihan berdasarkan janji ilahi. Yeremia menghadapi perlawanan dari bangsanya yang menguji kesetiaannya, tetapi Allah memberikan jaminan bahwa penderitaan tersebut merupakan bagian dari panggilan kenabiannya. Janji perlindungan ini diwujudkan melalui metafora “tembok tembaga yang kuat,” yang merepresentasikan ketahanan dan perlindungan ilahi bagi mereka yang tetap setia. Dalam perspektif Gereja, perikop ini memiliki relevansi teologis yang mendalam. Dokumen Lumen Gentium menegaskan bahwa Gereja sebagai umat Allah dipanggil untuk setia dalam perutusannya meskipun menghadapi tantangan. Gaudium et Spes menyoroti bahwa penderitaan Yeremia mencerminkan realitas dunia yang penuh ketidakadilan, mengajak umat beriman untuk menjadi utusan transformasi sosial. Evangelii Gaudium menekankan pentingnya evangelisasi yang tetap bersemangat meskipun menghadapi berbagai hambatan, sedangkan Fratelli Tutti menghubungkan pengalaman Yeremia dengan panggilan untuk membangun persaudaraan dan solidaritas. Relevansi perikop ini bagi imam dan calon imam terletak pada makna panggilan imamat yang sering kali disertai tantangan dan penderitaan. Kesetiaan dalam menghadapi kesulitan menjadi kunci dalam menjalankan panggilan ilahi, dengan janji penyertaan Tuhan sebagai jaminan perlindungan dan kekuatan spiritual

References

Allen, Leslie. C. Jeremiah A Commentary. Louisville: Westminster John Knox Press,2008.

Brueggemann, Walter. The Prophetic Imagination. Minneapolis: Fortress Press, 1978.

____ . The Theology of the Book of Jeremiah. New York: Cambridge University Press, 2007.

Bullock, C. Hassel. Kitab Nabi-Nabi Perjanjian Lama (judul asli: An Introduction the Old Testament Prophetic Books). Malang: Gandum Mas, 2009.

Clements, Ronald E. Old Testament Prophecy: From Oracle to Canon. Louisville: Westminster John Knox Press, 1996.

Craige, Peter. C. et al., Jeremiah 1-25, Word Biblical Commentary, Vol. 26. Michigan: Zondervan, 2006.

Darmawijaya, St. Warta Nabi Sebelum Pembuangan. Yogyakarta: Kanisius, 1990.

Darminta, J. Penegasan Panggilan. Yogyakarta: Kanisius, 2006.

Fretheim, Terence E. Jeremiah. Georgia: Smyth & Helwys Publishing, Inc., 2002.

Hutton, Rodney. R. Fortress Introduction to The Prophets. Minneapolis: Fortress Press, 2004.

Konsili Vatikan II, “Konstitusi Dogmatis tentang Gereja” Lumen Gentium, dalam Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI-OBOR, 1993.

Konsili Vatikan II, “Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini” Gaudium et Spes, dalam Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI-OBOR, 2009.

Lundbom, Jack. R. Jeremiah 1-20: A New Translation with Introduction and Commentary. London: Yale University Press, 2008.

O’Connor, Kathleen M. “Lamenting Back to Life” dalam Interpretation: A Journal of Bible and Theology, vol. 62, no. 1. (Januari 2008), hlm. 34-37.

Paus Fransiskus, Ensiklik Fratelli Tutti, diterjemahkan oleh Martin Harun. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2021.

Paus Fransiskus, Seruan Apostolik Evangelii Gaudium, diterjemahkan oleh F. X. Adisusanto dan Bernadeta Harini Tri Prasasti. Jakarta: Departemen Dokumen dan Penerangan KWI, 2013.

Riyadi (ed), St. Eko. Bercermin pada Iman Mereka: Tokoh-tokoh Iman dalam Kitab Suci. Yogyakarta: PT Kanisius, 2022.

Schultz, John. Bible Commentaries: Jeremiah. International Bible Society, 2008.

Surip, Stanislaus. Kitab Nabi-Nabi Besar. Medan: Fakultas Filsafat UNIKA St. Thomas, 2018. (Diktat).

Stulmann, Louis. Abingdon Old Testament Commentaries: Jeremiah. Nashville: Abingdon Press, 2005.

____ . “Jeremiah as a Massage of Hope in Crisis” dalam Interpretation: A Journal of Bible and Theology, vol. 62. No. 1. (Januari, 2008), hlm. 6.

Thompson, J. A. The Book of Jeremiah: The New International Commentary on the Old Testament. Michigan: William B. Eedmans Publishing Company, 1980.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Stanislaus, S. ., & Mahulae, P. K. . (2026). KESETIAAN & PENGHARAPAN DALAM KRISIS PANGGILAN KENABIAN: Uraian Eksegetis dan Refleksi Teologis Yer 15:10-21. LOGOS, 23(1), 112–124. Retrieved from https://ejournal.ust.ac.id/index.php/LOGOS/article/view/6074