PENGHAYATAN PERSAUDARAAN PARA CALON IMAM DI SEMINARI MENENGAH CHRISTUS SACERDOS PEMATANGSIANTAR
Keywords:
hidup persaudaraan, calon imam, Seminari Menengah, pembinaan, panggilan imamat, solidaritas, kehidupan komunitasAbstract
Tulisan ini membahas pentingnya penghayatan hidup persaudaraan sejak dini bagi calon imam di Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar (SMCSP)[1]. Dalam Gereja Katolik, hidup persaudaraan merupakan aspek kunci dalam pembinaan calon imam, mencerminkan nilai kebersamaan dan kasih kristiani. Menggunakan pendekatan kualitatif lewat studi kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian ini mengkaji dokumen Gereja serta mewawancarai calon imam dan pendamping untuk memahami praktik dan tantangan hidup persaudaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persaudaraan sejati tidak hanya soal hidup bersama, tetapi juga membangun relasi yang mendalam, ditopang oleh kehidupan doa pribadi dan komunitas. Tantangan seperti individualisme, perbedaan karakter, dan dampak modernisasi menjadi hambatan yang harus dihadapi melalui komunikasi efektif dan pendampingan intensif. Kesimpulannya, penghayatan hidup persaudaraan yang kuat sejak dini membentuk imam yang mampu membangun komunitas umat yang penuh kasih dan harmonis. Maka, pembinaan persaudaraan harus menjadi prioritas dalam pendidikan calon imam.References
Driyanto, Y, (ed.). Pedoman Pembinaan Calon Imam di Indonesia Bagian Seminari Menengah. Jakarta: Komisi Seminari KWI, 2001.
Harjawiyata, Frans. Pengalaman akan Allah. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
Hartono, Sunarto dan B. Agung. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Kongregasi Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Apostolik. La Vita Fraterna in Comunita (Hidup Persaudaraan dalam Komunitas). Diterjemahkan oleh Andreas Suparman. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2020.
____ . El Don de la Fidelidad la Alegria De la Perseceverancia (Karunia Kesetiaan Sukacita Ketekunan). Diterjemahkan oleh Andreas Suparman. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2020.
Konsili Vatikan II. “Dekrit tentang Pembinaan Imam” (Optatam Totius), dalam Dokumen Konsili Vatikan II. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana (Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor, 1993).
Kusumawanta, D. Gusti Bagus. Tahapan Pembentukan Imamat. Yogyakarta: Kanisius, 2011.
Mardi, Prasetyo, F. Unsur-unsur Hakiki dalam Pembinaan. Yogyakarta: Kanisius, 2000.
Mbake Nelson, Yohanes dan Marselinus Batu. “Membangun Komunitas Calon Imam di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret Berdasarkan Kasih Persaudaraan.” Armada, 2024: 321-326.
Moa, Antonius, et al. “Kesadaran Moral Orang Muda sebagai Masa Kini Allah menurut Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Pasca Sinode Christus Vivit.” Logos, 2023: 8-12.
Nainggolan, Herman. Laporan Penelitian Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar. Pematangsiantar: SMCSP, 2017.
Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematangsiantar, Tim Buku Kenangan. 40 Tahun Seminari Menengah Chrsitus Sacerdos Pematangsiantar. Pematangsiantar, 1990.
Suhardi, Alfons S. (ed.). Pedoman Dasar Pembinaan Calon Imam di Indonesia Bagian Seminari Menengah. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1994.
____ . Seksualitas Kaum Berjubah. Yogyakarta: Kanisius, 2007.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2013.
Tabe Radja, Nikolaus dan Yohanes Endi. “Semangat Persaudaraan Tarekat Hidup Bakti dalam Kesatuan dengan Yesus.” SAPA, 2022: 60-69.
Tangdilintin, Philips. Pembinaan Generasi Muda. Yogyakarta: Kanisius, 2008.
Widyahadi A, dkk (ed.). Hidup dalam Persaudaraan Sejati. Jakarta: Komisi PSE-KWI, 2000.
Wijanarko, FX., E. Armada Riyanto dan Robertus. Formatio: Model & Dimensi Praksisnya. Yogyakarta: Kanisius, 2021.
Yohanes Paulus II. Anjuran Apostolik Pastores Dabo Vobis (Gembala-gembala Akan Kuangkat Bagimu) (Seri dokumentasi gerejawi No.25). Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor, 1992.









