PENGALAMAN PELAYAN PASTORAL CARE ORANG SAKIT DI RUMAH SAKIT
Sebuah Penelitian Fenomenologis
Keywords:
pelayan, Pastoral Care Orang Sakit, pengalaman, fenomenologi, Moustakas, Rumah Sakit, panggilan jiwa, holistik, bahasaAbstract
Pelayan pastoral care orang sakit adalah bagian dari misi Gereja untuk pewartaan Kerajaan Allah. Gereja hadir mengikuti teladan Yesus yang berjalan dari kota-kota untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit. Gereja melalui karya rumah sakit mengaplikasikan semangat kasih dari Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Pelayan pastoral care orang sakit berperan aktif melayani mereka yang sakit dan menderita di rumah sakit. Sentuhan kemanusiaan dan perhatian penuh kasih kepada mereka yang sakit akan mendorong pasien tetap kuat dan menerima keadaan. Pelayan pastoral care orang sakit berusaha untuk menyediakan pelayanan yang holistic di rumah sakit. Pelayanan yang holistic, bukan hanya kesehatan tetapi seluruh kesejahteraan pasien secara sosial, emosional, spiritual dan bantuan finansial. Pelayan pastoral care harus membangun rasa percaya melalui kehadiran yang penuh perhatian, belas kasih dan compassion bagi pasien, keluarga, tenaga medis dan dokter. Para pelayan pastoral care orang sakit di rumah sakit tentu memiliki pengalaman yang bermakna. Penulis memilih lima orang partisipan yang pernah atau sedang bekerja sebagai pelayan pastoral care orang sakit di rumah sakit. Penulis melihat bahwa pengalaman para partisipan dapat dijadikan sebagai objek penelitian dengan pendekatan fenomenologis Moustakas, bagian dalam metode penelitian kualitatif. Penulis mendeskripsikan beberapa teori yang mendukung penelitian ini, seperti deskripsi atas pastoral care orang sakit, dasar Alkitab pelayanan pastoral care, layanan dan tugas pelayan pastoral care orang sakit dan hal penting dalam pelayanan pastoral care orang sakit di rumah sakit. Kajian dari pengalaman dan maknanya diproses dalam beberapa fase: yaitu wawancara, transkrip hasil wawancara, reduksi fenomenologis (horizonalisasi), identifikasi pernyataan signifikan, klaster unit makna, deskripsi tekstual dan struktural komposit, dan sintesis dalam integrasi intuitif. Dari analisis penelitian, penulis melihat bahwa para partisipan menyadari pengalaman mereka sebagai pelayan pastoral care orang sakit di merupakan panggilan jiwa dari Allah untuk melayani pasien, keluarga, tenaga medis dan dokter. Pengalaman tersebut selaras dengan pelayanan pastoral care orang sakit yang bersifat holistik. Partisipan menyadari bahwa pelayanan akan lebih diterima melalui dialog kebudayaan dengan sapaan bahasa daerah. Pengalaman ini tidak hanya sebagai tugas dari kongregasi dan rumah sakit tetapi lebih hakiki yakni pelayanan kemanusiaan sebagai wujud nyata dari kasih Allah.References
Chang, William. Bioetika: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius, 2009.
Derico, Prosper et al. “Pendampingan Pastoral Orang Sakit di Paroki Santa Maria Immaculata Wahyun Palu Rejo” dalam Jurnal Pastoral Kateketik, vol. 9 (September 2023), hlm. 14-28.
Doehring, Carrie. The Practice of Pastoral Care: A Postmodern Approach. Louisville: Westminster John Knox Press, 2006.
Fiantika, Feny Rita et al. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sumatera Barat: PT Global Eksekutif Teknologi, 2022.
Hasbiansyah, O. “Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi”, dalam Mediator, vol. 9 (Juni 2008), hlm. 163-180.
Kirkwood, Neville A. Pastoral Care in Hospitals. second edition. New York: Morehouse Publishing, 2005.
Komisi Kepausan Keadilan dan Perdamaian, Hak Asasi Manusia dan Gereja. Jakarta: Sekretariat Keadilan dan Perdamaian KWI-Obor, 1994.
Kusmaryanto, CB. “Health Pastoral Care” dalam Jurnal Teologi, vol. 5 (Mei 2016), hlm. 91-104.
Kusmaryanto, CB. Pastoral Care Orang Sakit. Yogyakarta: Kanisius, 2023.
Moustakas, Clark. Phenomenological Research Methods. California: Sage Publications, 1994.
Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik Evangelium Vitae (Injil tentang Kehidupan) (Seri Dokumentasi Gerejawi no. 41). Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1996.
Paus Yohanes Paulus II, Surat Apostolik Salvifici Doloris (Penderitaan yang Menyelamatkan) (Seri Dokumentasi Gerejawi no. 29). Diterjemahkan oleh J. Hadiwikarta. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2022.
Proserpio, Tullio. Piccinelli, Claudia. Cleric, Carlo Alfredo. “Pastoral Care in hospitals: a Literature Review” dalam Jurnal Tumori, vol. 97 (2011), hlm. 666-671.
Saragih, Jansudin. “Melayani dan Mendampingi Orang Sakit” dalam Menjemaat (Januari 2023), hlm. 9-11.
Sianturi, Dwi Arya Nanda et al. “Iman dan Pertobatan: Konten Pendampingan Pastoral bagi Jemaat Menjelang Kematian Akibat Penyakit Kronis” dalam Vox Dei, vol. 3 (Desember 2022), hlm. 187-200.
Sudarsyah, Asep. “Kerangka Analisis Data Fenomenologi”, dalam Jurnal Penelitian Pendidikan, vol. 13 (2013), hlm. 21-27.
TJiong, Roy. Problem Etis Upaya Kesehatan: Suatu Tinjauan Kritis. Jakarta: Gramedia, 1991.
United States Conference of Catholic Bishops, Ethical and Religious Directives for Catholic Health Care Services, sixth edition. Washington: America Press, 2018.
World Health Organization (WHO). Health and Well-being-Global Health Observatory (GHO) Data. https://www.who.int/data/gho/data/major-themes/health-and-well-being, diakses 15 Mei 2025.









