SERUAN APOSTOLIK DILEXI TE PAUS LEO XIV KASIH ALLAH KEPADA KAUM PAPA-MISKIN, Roma, 04 Oktober 2025
Keywords:
Sabda Allah, kekuatan, Gereja, preferensi, wajah, orang kecil, orang miskin, orang tertindas, orang terpinggirkan, Allah yang miskinAbstract
Pilihan Gereja untuk berpihak pada kaum papa-miskin, menjadi Gereja yang miskin dan Gereja bagi kaum papa-miskin berakar pada misteri Kristus sendiri. Kaum Papa Miskin adalah “Daging Kristus” sendiri. Yesus Kristus, Sabda Kekal Allah rela mengenakan pada diri-Nya daging insani, menjadi Manusia yang Miskin, Lemah, Lapar dan Haus serta semua keterbatasan manusiawi supaya Dia bisa menyatukan diri-Nya dengan manusia yang papa-miskin. Gereja yang miskin dan Gereja bagi kaum papa-miskin berawal dari dan dengan menjangkau daging Yesus Kristus yang papa-miskin. Gereja yang miskin dan Gereja bagi kamu papa-miskin adalah hakekat dan jati diri Gereja yang otentik. Karena itu, Gereja yang hadir, menyatukan diri dan melayani kaum papa-miskin, sejatinya bukanlah misi tambahan, melainkan misi fundamental yang lahir dari hakekat dan jati diri Gereja sendiri. Gereja justru akan kehilangan hakekat dan jati dirinya jika tidak melayani Yesus Kristus dalam diri kaum papa-miskin.References
Benediktus XVI, Paus. Ensiklik Deus Caritas Est (Allah adalah Kasih) Seri Dokumen Gerejawi no. 83, Diterjemahkan oleh Piet Go. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2006.
Fransiskus, Paus. Seruan Apostolik Evangelii Gaudium (Sukacita Injil) Seri Dokumen Gerejawi no. 84, diterjemahkan oleh F. X Adisusanto dan Bernadeta Harini Tri Prasasi. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2015, no. 187.
Leo XIV, Paus. Seruan Apostolik Dilexi Te (Kasih kepada Orang Miskin) Seri Dokumen Gerejawi no. 153, diterjemahkan oleh F. X. Adisusanto. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2025.
Bergant, Dianne - Karris. Robert J, Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Lembaga Biblika Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 2002.
Downey, Michael. The New Dictionary of Spirituality. Bangalore: Theological Publication, 2013.

