BERBAHAGIALAH YANG MENDERITA KARENA KRISTUS,
Uraian Eksegetis dan Refleksi Teologis Mat 5:10-12 dan Luk 6:22-23
Keywords:
Sabda Bahagia, penderitaan, kasih, salib, Kristus, menyelamatkan, berbahagiaAbstract
Sebagian besar orang tidak dapat menerima dan menanggung penderitaan serta berpotensi kehilangan iman kepercayaannya. Namun sebagian orang tabah menjalani penderitaannya dan justru menjadi semakin intens dalam hidup beriman. Realitas ini menimbulkan pertanyaan besar, “mengapa Allah yang Mahakasih dan Mahaadil membiarkan manusia yang saleh dan tak bersalah pun menderita? Dan mengapa orang yang hendak mengikuti Dia akan mengalami penderitaan? Penderitaan seperti apa yang akan dialami oleh para pengikut-Nya? Dalam penderitaan seperti ini, iman sungguh-sungguh diuji. Oleh karena itu, penderitaan tidak dapat dipahami secara sempit sebagai akibat atau hukuman atas dosa manusia yang datang dari Tuhan. Dianiaya oleh karena kebenaran artinya menderita penganiayaan karena melakukan kehendak Allah, sebab hanya ada satu kebenaran, yakni apa yang sesuai dengan kehendak Allah. Orang yang menderita karena kebenaran itulah yang empunya Kerajaan Surga. Artinya, orang itu bukan pemilik, karena pemiliknya Allah, tetapi ia akan menerima berkat karunia dari Allah yang meraja. Permasalahan ini akan diuraikan secara biblis dan teologis dalam tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) lewat komentar-komentar dari buku referensi, tafsir, dan artikel-artikel ilmiah.References
Anderson, Ronald E. Human Suffering and Quality of Life: Conceptualizing Stories and Statistics. London: Springer, 2004.
Dramawijaya, Pengantar ke dalam Misteri Yesus Kristus. Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Dwyer, Judith. A. The New Dictiononary of Catholic Social Thought .Collegeville, Minnesota: The Liturgical Press. 1994.
Elwel, Wallter A. (ed.). Evangelical Dictionary of Theology. Michigan: Baker Book House, 1980.
Farano, Vincent M. Sabda-sabda Kebahagiaan .Ende: Nusa Indah. 1975.
France, R. T. The Gospel of Matthew: The New International Commentary on the New Testament. Michigan: Eerdmans Publishing Company, 2007.
Gaebelein, Frank E. (ed.). The Expositor’s Bible Commentary vol.8. Michigan: Grand Rapids, 1984.
Groenen, C. Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus. Ende: Nusa Indah, 1983.
Hagner, Donald A. Matthew 1-13, World Biblical Commentary, Vol. 33A. Michigan: Thomas Nelson Inc, 2000.
Hahn, Scott. Catholic Bible Dictionary. New York: Doubleday, 2009.
Hare, Douglas R. A. Matthew: INTERPRETATION A Bible Commentary for Teaching and Preaching. United States of America: John Knox Press, 1993.
Harrington, Daniel J. (ed.) The Gospel of Matthew. Sacra Pagina Volume 1. Collegeville Minnesota: The Liturgi Press, 2009.
Harun, Martin. LUKAS: Injil Kaum Marginal .Yogyakarta: Kanisius, 2019.
Heuken, A. Ensiklopedi Gereja Jilid IV. Jakarta: Yayasan Cipta Lokal Caraka, 1994.
Katekismus Gereja Katolik, diterjemahkan oleh Herman Embuiru. Konferensi Wali Gereja Regio Nusa Tenggara. Ende:Nusa Indah, 2024.
Morris, Leon. Teologi Perjanjian Baru. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas, 1996.
Nolland, John. Luke 1:1 - 9:20, World Biblical Commentary, Vol. 35A. Michigan: Thomas Nelson Inc, 2000.
Paus Yohanes Paulus II. Surat Apostolik Salvifici Doloris (Penderitaan yang Menyelamatkan). Seri Dokumen Gerejawi No. 29, diterjemahkan oleh J. Hadiwikarta Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1993.
Riyadi, Eko. Matius: Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2011.
Stanislaus, Surip. Kata-Kata Susah Bertuah. Yogyakarta: Kanisius, 2014.
Suharyo, I. Pengantar Injil Sinoptik. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1989.
Tinambunan, Edison R.L. - Bala Kristoforus (ed.). Dimana Letak Kebahagiaan?. Malang: STFT Widya Sasana. 2014.
Wikenhauser, Alfred. New Testament Introduction, diterjemahkan oleh Joseph Cunningham. New York: Herder and Herder, 1963.

