MENJADI MANUSIA BERKEUTAMAAN
Suatu Tawaran Etis bagi Kaum Muda
Keywords:
etika keutamaan, kaum muda, Aristoteles, Thomas Aquinas, masyarakat digitalAbstract
Artikel ini mengeksplorasi relevansi etika keutamaan dalam pembentukan karakter kaum muda dewasa ini. Di tengah tantangan masyarakat algoritma yang memicu mentalitas instan, eksploitasi perhatian, dan masalah psikologis seperti FOMO, kaum/orang muda memerlukan disposisi batin yang stabil untuk menemukan jati diri dan kebahagiaan sejati. Menggunakan metode studi kepustakaan, tulisan ini menggali pemikiran Aristoteles mengenai “jalan tengah” (golden mean) dan mekanisme pembiasaan (habituasi) untuk mencapai keunggulan jiwa. Selain itu, artikel ini mengintegrasikan gagasan Thomas Aquinas mengenai keutamaan kardinal (kebijaksanaan praktis, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri) serta keutamaan teologal sebagai penyempurna kodrat manusia. Artikel ini berupaya menunjukkan bahwa etika keutamaan menawarkan suatu etika praktis bagi kaum muda untuk menjadi subjek yang bebas, rasional, dan bijaksana dalam berinteraksi dan beradpatasi dengan teknologi, sehingga mereka tidak sekadar dikuasai oleh arus digital tetapi mampu mencapai kepenuhan hidup yang berkeutamaan dan bermakna.References
Aristotle. Nicomachean Ethics. Edited and translated by Roger Crisp. Cambridge: Cambridge University Press, 2004.
Barnes, Jonathan. Aristotle: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford University Press, 2000.
Bertens, K., dkk. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Kanisius, 2018.
Davies, Brian. Thomas Aquinas. Oxford: Oxford University Press, 2002.
Elders, Leo J. The Ethics of St. Thomas Aquinas. Washington: The Catholic University of America Press, 2019.
Han, Byung-Chul. Psychopolitics: Neoliberalism and New Technologies of Power. London: Verso, 2017.
Kenny, Anthony. The Aristotelian and Thomist Ethics. Oxford: Clarendon Press, 2016.
Magnis-Suseno, Franz. Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
Magnis-Suseno, Franz. 12 Tokoh Etika Abad ke-20. Yogyakarta: Kanisius, 2000.
Nadeak, Largus. Topik-topik Teologi Moral Fundamental. Medan: Bina Media Perintis, 2015.
Twenge, Jean M. iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy-and Completely Unprepared for Adulthood. New York: Atria Books, 2017.
Yuwono. Pemikiran Filsafat Pra-Sokrates, Sokrates, dan Sesudah Sokrates. Yogyakarta: Liberty, 1986.




