Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA)
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/retipa
<p>Jurnal Retipa (Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, berisi artikel yang memuat dan mempublikasikan semua aspek teknologi hasil pertanian dalam kajian yang berupa hasil penelitian dan ulasan ilmiah di bidang pangan dan agroindustri hasil pertanian. Lingkup topik jurnal meliputi bidang ilmu teknologi industri pangan dan hasil pertanian. Topik mencakup aspek-aspek dasar dan terapan dari pengolahan, pengawetan, penyimpanan, evaluasi gizi, keamanan pangan, pengawasan, manajemen dan pengujian mutu, limbah pengolahan pangan dan hasil pertanian serta penelitian lainnya mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi hasil pertanian.</p>en-US[email protected] (Sanggam Dera Rosa Tampubolon, Ph.D)[email protected] (Prof. Dr. Ir. Posman Sibuea, MS)Mon, 10 Aug 2026 03:58:53 +0000OJS 3.3.0.13http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Pemanfaatan Ikan Louhan (Amphilophus labiatus) Sebagai Pangan Olahan Abon Ikan
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/retipa/article/view/6874
<p>Tujuan penelitian adalah pemanfaatan ikan louhan sebagai pangan olahan yaitu abon ikan dengan perlakuan pengaruh konsentrasi bumbu dan lama pengorengan terhadap mutu abon ikan louhan yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi bumbu (B), terdiri dari 4 taraf yaitu : B<sub>1</sub> = 1 %, B<sub>2</sub> = 2 %, B<sub>3</sub> = 3 % dan B<sub>4</sub> = 4 %. Faktor kedua adalah lama penggorengan (L) terdiri dari 4 taraf yaitu : L<sub>1</sub> = 25 menit, L<sub>2</sub> = 30 menit, L<sub>3</sub> = 35 menit dan L<sub>4</sub> = 40 menit. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi bumbu yang ditambahkan maka kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, nilai organoleptik semakin meningkat, sedangkan kadar karbohidrat semakin menurun. Semakin lama penggorengan maka kadar air dan kadar protein semakin menurun, sedangkan kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat dan nilai organoleptik semakin meningkat. Dari hasil penelitian diperoleh abon ikan louhan terbaik adalah perlakuan konsentrasi bumbu 4 % dengan lama penggorengan 25 menit dimana kadar protein, kadar lemak dan kadar abu tertinggi serta nilai organoleptik yang memenuhi. Dengan demikian ada potensi pemanfaatan ikan louhan sebagai pangan olahan yaitu abon ikan</p>Maruba Pandiangan, Dewi Restuana Sihombing , Connie Daniela, Leonardus Siringoringo
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/retipa/article/view/6874Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000Karakteristik Minyak Kelapa yang Dihasilkan melalui Variasi Penambahan Sari Nenas dan Lama Penyimpanan
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/retipa/article/view/6867
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari buah nenas dan lama fermentasi dalam ekstraksi minyak kelapa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, jumlah sari nenas (ml) dengan sandi S, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu S<sub>1 </sub>= 100 ml sari nenas/200 ml santan inti, S<sub>2</sub>=150 ml sari nenas/200 ml santan inti, S<sub>3</sub>=200 ml sari nenas/200 ml santan inti, S<sub>4</sub>=250 ml sari nenas/200 ml santan inti. Lama Fermentasi dengan sandi F, yang terdiri dari 4 taraf F<sub>1</sub>=9 jam, F<sub>2</sub>=12 jam, F<sub>3</sub>=15 jam dan F<sub>4</sub>=18 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak sari nenas yang ditambahkan, rendemen minyak, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida dan warna semakin meningkat, semakin lama fermentasi rendemen minyak, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida semakin meningkat, sedangkan warna semakin menurun. Mutu minyak terbaik diperoleh pada penggunaan jumlah sari nenas 250 ml/200 santan inti dan lama fermentasi 18 jam.</p>Rosa Tampubolon, Apul Sitohang, Marudut Pandapotan Sijabat
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://ejournal.ust.ac.id/index.php/retipa/article/view/6867Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000