Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA) https://ejournal.ust.ac.id/retipa <p>Jurnal Retipa (Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, berisi artikel yang memuat dan mempublikasikan semua aspek teknologi hasil pertanian dalam kajian yang berupa hasil penelitian dan ulasan ilmiah di bidang pangan dan agroindustri hasil pertanian. Lingkup topik jurnal meliputi bidang ilmu teknologi industri pangan dan hasil pertanian. Topik mencakup aspek-aspek dasar dan terapan dari pengolahan, pengawetan, penyimpanan, evaluasi gizi, keamanan pangan, pengawasan, manajemen dan pengujian mutu, limbah pengolahan pangan dan hasil pertanian serta penelitian lainnya mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi hasil pertanian.</p> en-US [email protected] (Sanggam Dera Rosa Tampubolon, Ph.D) [email protected] (Prof. Dr. Ir. Posman Sibuea, MS) Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemanfaatan Ikan Louhan (Amphilophus labiatus) Sebagai Pangan Olahan Abon Ikan https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6874 <p>Tujuan penelitian adalah pemanfaatan ikan louhan sebagai pangan olahan yaitu abon ikan dengan perlakuan pengaruh konsentrasi bumbu dan lama pengorengan terhadap mutu abon ikan louhan yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi bumbu (B), terdiri dari 4 taraf yaitu : B<sub>1</sub> = 1 %, B<sub>2</sub> = 2 %, B<sub>3</sub> = 3 % dan B<sub>4</sub> = 4 %. Faktor kedua adalah lama penggorengan (L) terdiri dari 4 taraf yaitu : L<sub>1</sub> = 25 menit, L<sub>2</sub> = 30 menit, L<sub>3</sub> = 35 menit dan L<sub>4</sub> = 40 menit. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi bumbu yang ditambahkan maka kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, nilai organoleptik semakin meningkat, sedangkan kadar karbohidrat semakin menurun. Semakin lama penggorengan maka kadar air dan kadar protein semakin menurun, sedangkan kadar lemak, kadar abu, kadar karbohidrat dan nilai organoleptik semakin meningkat. Dari hasil penelitian diperoleh abon ikan louhan terbaik adalah perlakuan konsentrasi bumbu 4 % dengan lama penggorengan 25 menit dimana kadar protein, kadar lemak dan kadar abu tertinggi serta nilai organoleptik yang memenuhi. Dengan demikian ada potensi pemanfaatan ikan louhan sebagai pangan olahan yaitu abon ikan</p> Maruba Pandiangan, Dewi Restuana Sihombing , Connie Daniela, Leonardus Siringoringo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6874 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Karakteristik Minyak Kelapa yang Dihasilkan melalui Variasi Penambahan Sari Nenas dan Lama Penyimpanan https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6867 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari buah nenas dan lama fermentasi dalam ekstraksi minyak kelapa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, jumlah sari nenas (ml) dengan sandi S, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu S<sub>1 </sub>= 100 ml sari nenas/200 ml santan inti, S<sub>2</sub>=150 ml sari nenas/200 ml santan inti, S<sub>3</sub>=200 ml sari nenas/200 ml santan inti, S<sub>4</sub>=250 ml sari nenas/200 ml santan inti. Lama Fermentasi dengan sandi F, yang terdiri dari 4 taraf F<sub>1</sub>=9 jam, F<sub>2</sub>=12 jam, F<sub>3</sub>=15 jam dan F<sub>4</sub>=18 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak sari nenas yang ditambahkan, rendemen minyak, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida dan warna semakin meningkat, semakin lama fermentasi rendemen minyak, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida semakin meningkat, sedangkan warna semakin menurun. Mutu minyak terbaik diperoleh pada penggunaan jumlah sari nenas 250 ml/200 santan inti dan lama fermentasi 18 jam.</p> Rosa Tampubolon, Apul Sitohang, Marudut Pandapotan Sijabat Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6867 Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Limbah Biji Durian sebagai Bahan Subsitusi Tepung Terigu dalam Pembuatan Bolu https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6869 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung biji durian dan tepung terigu serta lama penyimpanan terhadap kualitas kue bolu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Medan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor. Faktor pertama adalah persentase tepung biji durian dan tepung terigu dengan taraf K0 hingga K3, sedangkan faktor kedua adalah lama penyimpanan dari 10 hari hingga 40 hari. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa persentase tepung biji durian dan tepung terigu serta lama penyimpanan masing-masing berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar gluten, serta nilai organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Sementara itu, interaksi kedua faktor tersebut hanya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein saja, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar gluten, serta seluruh atribut organoleptik. Berdasarkan keseluruhan parameter pengujian, mutu kue bolu terbaik berhasil diperoleh pada kombinasi perlakuan K3L0 dengan proporsi tepung biji durian 25% dan tepung terigu 75% serta lama penyimpanan selama 10 hari.</p> Apul sitohang, Sanggam Dera Rosa Tampubolon, Novita Giawa Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6869 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Studi Fermentasi Kopi Arabika Sipirok (Coffea arabica) Menggunakan Kulit Jerut Purut (Cytrus hystrix) untuk Peningkatan Mutu Cita Rasa https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6978 <p>Indonesia merupakan negara penghasil kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia. Pasar kopi Indonesia diprediksi meningkat dari 119.200 kg <em>green bean coffee</em> pada tahun 2017 menjadi 204.000 ton pada tahun 2018. Hingga saat ini, kopi di Indonesia masih didominasi oleh penjualan dalam negeri dan mulai merangkak menuju penjualan ke luar negeri. Kopi dikenal dua jenis, yakni kopi Arabika dan kopi Robusta. Kadar kafein pada kopi robusta sedikit lebih tinggi dibandingkan&nbsp; kopi arabika. Di Indonesia kopi robusta yang paling banyak diproduksi yaitu mencapai 87,1% dari total produksi kopi diIndonesia. Di Indonesia kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi biji, kopi sangrai, kopi bubuk, kopi instan, dan bahan makanan lainnya yang mengandung kopi. Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek positif dan efek negatif pada tubuh. Kafein kopi bermanfaat dalam stimulasi otak dan sistem syaraf serta mempertinggi denyut jantung, karena itu setelah meminum kopi akan terasa sensasi kesegaran psikis. Kulit buah mengandung tannin, steroid triterpenoid, minyak atsiri, saponin, polifenol, minyak atsiri <em>sitronello</em>l, <em>linalool</em>, <em>geraniol,</em> <em>hidroksi sitronelal</em>, <em>linali asetat</em>. Senyawa utama yang terkandung dalam minyak kulit buah adalah <em>b-pinene</em> (30,6%), <em>limonene</em> (29,2%) dan <em>sabinene</em> (9,1%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh fermentasi kopi dengan kulit jeruk purut terhadap karakteristik pada kopi. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium dasar UNUSU dan laboartorium Analisa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.Metode penelitian dilakukan dengan Metode penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua factor. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kulit jeruk purut meberi pengaruh yang berbeda sangat nyata (P&gt;0,01)&nbsp; terhadap kadar air, kadar abu, tingkat keasaman (pH), dan uji organoleptik rasa dan pengaruh tidak nyata pada uji organoleptik aroma</p> Tuti Wardani Siregar, Muhammad Iqram Maulana, Candra Sigalingging Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/6978 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 Karakteristik Edible Bowl Berbasis Ampas Biji Kemiri (Aleurites moluccanus) https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/7035 <p>Paparan mikroplastik dari kemasan makanan sekali pakai berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Edible bowl dari bahan alami menjadi alternatif aman yang dapat dikonsumsi sekaligus mengurangi risiko tersebut. Penelitian ini mengembangkan edible bowl berbahan ampas biji kemiri (<em>Aleurites moluccanus</em>), limbah padat kaya protein dan serat yang berpotensi menggantikan plastik sekali pakai. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung ampas biji kemiri terhadap daya serap air, karakteristik sensorik, dan komposisi kimia edible bowl. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (P1, P2, P3) dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan P3 (100% ampas biji kemiri) memiliki daya serap air terendah dan ketahanan struktural terbaik, rasa dan kerenyahan unggul, serta kandungan protein dan mineral tertinggi, juga rendah karbohidrat dan energi total. Formulasi ini menunjukkan karakteristik untuk diet sehat. Edible bowl berbasis ampas biji kemiri berpotensi sebagai kemasan pangan fungsional yang ramah lingkungan, mendukung prinsip zero waste dan ekonomi sirkular dalam industri kuliner.</p> Asti Permata Nauli, Maruba Pandiangan, Reny Yuliana Siahaan, Dewi Restuana Sihombing, Connie Daniela Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.ust.ac.id/retipa/article/view/7035 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000