MAKNA RITUAL DAN SIMBOLIK DALAM MANTRA BRENDUNG: KAJIAN SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE

Authors

  • Lukman Alfaris Universitas Negeri Semarang
  • Imam Baehaqie Universitas Negeri Semarang
  • Tommi Yuniawan Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.54367/pendistra.v8i2.5629

Keywords:

Mantra Brendung, makna simbolik, semiotik Riffaterre

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menginterpretasikan makna simbolik serta spiritual dalam teks Mantra Brendung sebagai bentuk sastra lisan tradisional Jawa dengan menggunakan pendekatan semiotik Michael Riffaterre. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks melalui dua tahap pembacaan, yaitu heuristik dan hermeneutik. Data penelitian berupa teks mantra berbahasa Jawa yang diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara dengan masyarakat Desa Sarwodadi, Kabupaten Pemalang. Hasil pembacaan heuristik menunjukkan bahwa Mantra Brendung berisi ajakan dan pujian kepada sosok sakral bernama Brendung yang diundang untuk hadir dalam upacara ritual. Sementara itu, pembacaan hermeneutik mengungkap makna yang lebih dalam, yakni representasi simbolik dari pemanggilan kekuatan ilahiah dan energi feminin yang melambangkan kesuburan, keseimbangan, dan harmoni kosmos. Simbol-simbol seperti waktu sore, jumlah widodari, dan sembilan dewa menunjukkan keterhubungan antara dunia manusia dan spiritual. Dengan demikian, Mantra Brendung tidak hanya berfungsi sebagai puisi magis, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual dan refleksi pandangan kosmologis masyarakat Jawa tentang kesucian dan keseimbangan hidup.

References

Al Fikry, M. F. (2019). Mantra Petapa Alas Purwo: Kajian Semiotika. Semiotika, 20, 108–119. Corresponding author: [email protected]

District, K. K., & Karima, A. (2024). Public beliefs in the Brendung ritual to call rain in Gutomo. Journal of Da’wah and Communication, 4(1), 105–117.

Rahmah, F. A. (2024). Mantra Jampe Nyeuri Beuteung dan Jampe Muriang di Suku Sunda: Kajian semiotik. Literature Research Journal, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.51817/lrj.v2i1.784

Seli, S. (2021). Mantra tolak bala komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172. https://doi.org/10.31315/jik.v19i2.4326

Shiddiq, M. H., & Thohir, M. (2020). Analisis makna puisi ‘Aku Melihatmu’ karya K. H. Mustofa Bisri: Kajian semiotik Michael Riffaterre. Humanika, 27(2), 59–69. https://doi.org/10.14710/humanika.v27i2.31223

Tike, L. (2023). Mantra Kaghotino Kalibu (Persiapan lahan untuk bercocok tanam): Kajian semiotik Riffaterre. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 8(3), 375–383. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/247

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Alfaris, L., Baehaqie, I. ., & Yuniawan, T. . (2025). MAKNA RITUAL DAN SIMBOLIK DALAM MANTRA BRENDUNG: KAJIAN SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE. Pendidikan Bahasa Indonesia Dan Sastra (Pendistra), 8(2), 233–239. https://doi.org/10.54367/pendistra.v8i2.5629

Issue

Section

Artikel