NILAI MORAL DALAM TIGA NOVEL KARYA TERE LIYE DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA.

Authors

  • Ahmad Nur Cahyo Universitas Negeri Manado
  • Dian Arsa Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.54367/pendistra.v8i2.5670

Keywords:

nilai moral, novel, kelayakan, bahan ajar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan ajar sastra di SMA dengan memanfaatkan  novel karya Tere Liye. Penelitian ini melakukan kajian terhadap novel-novel yang sesuai dengan latar belakang siswa. Penelitian ini akan mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam novel-novel karya Tere Liye. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatis dan struktural serta analisis deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui pembacaan semiotik yaitu pembacaan heuristik. Data dianalisis dengan menggunakan hermeneutika. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa tiga novel karya Tere Liye mengandung  nilai moral, yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri,nilai moral hubungan manusia dengan keluarga  serta nilai moral hubungan manusia dengan manusia lainnya. Nilai moral yang memiliki hubungan antara manusia dengan Tuhan meliputi religius, berprasangka baik kepada tuhan, bersyukur, dan jujur.Nilai moral yang memiliki hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri yang meliputi bersikap bijak, bekerja keras, kerendahan hati, menghargai waktu, kreatif, tangguh, cermat, pantang menyerah, kerja keras , sabar, bersahaja, berinovasi, tidak merusak diri sendiri, pemaaf, menerima masa lalu, percaya diri, mawas diri, pengendalian diri, bersikap optimis, bersabar, berbuat kebaikan. Nilai moral hubungan antara manusia dengan manusia yang lainnya meliputi kejujuran, memotivasi orang lain, solider, bertanggung jawab, tidak menolong orang lain, rela berkorban, kepercayaan, rendah hati dan bersahaja, setia kawan, peduli terhadap sesama, tolong menolong ramah-tamah, berpegang pada prinsip, berempati, sopan-santun, dapat diandalkan, berbagi kepada sesama, kejujuran, membantu orang lain, tegas, peduli terhadap sesama, bergotong-royong, amanah, rela berkorban, tidak mau orang membalas budi (ikhlas), ketulusan hati, adil, tolong menolong, terbuka, bersikap bijak, toleransi, ramah-tamah, peduli terhadap orang lain, sopan-santun, berbagi kepada orang lain, berpikir positif, dapat diandalkan, menghargai orang lain, berempati, sikap keberanian, bersilaturahmi, saling menghormati, bertanggung jawab. Nilai moral hubungannya dengan keluarga meliputi bertanggung jawab, rasa kasih sayang, berjiwa besar, berbakti kepada suami, menghargai, setia, berbakti kepada orang tua, menepati janji, patuh kepada orang tua, rasa kasih sayang, rasa kasih sayang, setia, sabar dan tetap mencintai serta pemaaf. Maka dapat disimpulkan bahwa ketiga novel karya Tere Liye bisa digunakan sebagai pilihan bahan ajar sastra di SMA. Kata Kunci : nilai moral,novel,kelayakan, bahan ajar

References

Abidin.(2014). Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama.

Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press

Budiningsih, Asri. (2005). Pembelajaran Moral. Jakarta: Rineka Cipta.

Cahyo,Ahmad Nur. (2023). Moral Values in Five Novels by Syahid Muhammad and Their Suitability as Literature Teaching Materials in High Schools.Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra,12(1),110-117.

Faozi, R. (2020). Nilai moral pada antologi cerpen Kasur Tanah (Cerpen Pilihan Kompas 2017) dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA/MA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 49-57.

Ismawati, Esti.(2013). Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Lissman,D.C.,Cartee,M.R.A.,Rosiek,J.,Springer,S.(2023): Moral Injury And Moral Traps In Teaching: Learning From The Pandemic, Journal Of Moral Education,1(1),1-29.Doi: 10.1080/03057240.2023.223720

Mulyadi. (2016). The Values Of Moral Learning In "Ketika Cinta Bertasbih" Novel Written By Habiburrahman El Shirazy. Al-Ta'Lim Journal, 23(2), 156-168. doi:https://doi.org/10.15548/jt.v23i2.167

Noor, R. M. (2011). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Purwo,BambangKaswanti.(1990).Pragmatik dan Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Kansius

Rahmanto, B. (1988). Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Stanton, Robert. (2012). Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subur.(2015). Pembelajaran Nilai Moral Berbasis Kisah, Yogyakarta: Kalimedia.

Sulaksono, D., & Eryneta, N. H. (2022). The values of islamic conduct in the javanese novel by tulus setiyadi. El Harakah, 24(1), 59-83. doi:https://doi.org/10.18860/eh.v24i1.15607

Supriyanto, Teguh. (2021). Metodologi Penelitian Sastra. Semarang: UNNES Press.

Teeuw. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Zuliyanti, Z., & Fitrotul, N. (2018). Nilai Moral Dalam Cerita Rakyat Pesisiran Sebagai Alternatif Bahan Ajar. Jurnal Sastra Indonesia, 7(3), 221-228.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Nur Cahyo, A., & Arsa, D. . (2025). NILAI MORAL DALAM TIGA NOVEL KARYA TERE LIYE DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA. Pendidikan Bahasa Indonesia Dan Sastra (Pendistra), 8(2), 251–258. https://doi.org/10.54367/pendistra.v8i2.5670

Issue

Section

Artikel