Pemetaan Titik Kemecetan Distribusi Kawasan Pemukiman Di Area Padat Penduduk Kebonagung Kabupaten Pasuruan
DOI:
https://doi.org/10.54367/ulead.v6i1.6465Keywords:
Logistik Perkotaan, Last-Mile Delivery, Pemukiman Padat, Hambatan Samping, SurabayaAbstract
Laporan pengabdian masyarakat ini menganalisis kompleksitas distribusi logistik last-mile di kawasan pemukiman dengan densitas penduduk tinggi, mengambil studi kasus di wilayah Kebonagung, Pasuruan Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi digital telah mentransformasi pola konsumsi masyarakat, namun tidak dibarengi dengan kesiapan infrastuktur jalan lingkungan yang memadai. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan geometri jalan, tingginya hambatan samping (side friction) akibat parkir liar dan aktivitas sosial, serta fragmentasi regulasi lokal terkait aksesibilitas (portal keamanan). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari menggunakan metode partisipatif-observatif, dimana mahasiswa terlibat langsung dalam rantai distribusi mulai dari tahap persiapan armada, optimasi penataan muatan (load planning), hingga penetrasi wilayah padat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan strategi penataan barang yang sistematis mampu meningkatkan efisiensi operasional sebesar 30-40% dan mereduksi risiko kerusakan barang selama proses mobilisasi. Pembahasan mendalam dalam laporan ini mengungkap bahwa keberhasilan distribusi di kawasan urban tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan komunikasi persuasif dan koordinasi taktis dengan pemangku kepentingan lokal untuk mengatasi hambatan samping yang dinamis. Laporan ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pemetaan digital berbasis spasial dan manajemen logistik berbasis komunitas merupakan solusi fundamental dalam menciptalan harmonisasi antara kemajuan ekonomi digital dengan kenyamanan lingkungan sosial di Pasuruan. Kata kunci: Logistik perkotaan, Last-Mile Delivery, Pemukiman Padat, Hambatan Samping, PasuruanReferences
Coyle, J. J., Langley, C. J., Novack, R. A., & Gibson, B. (2020). Supply Chain Management: A Logistics Perspective (11th ed.). Cengage Learning.
Departemen Pekerjaan Umum. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Direktorat Jenderal Bina Marga.
Ghisolfi, V., de Oliveira, G. M., de Moraes Ramos, G., & Ribeiro, A. (2022). Challenges and perspectives for the last-mile delivery in high-density urban areas. Journal of Urban Logistics, 15(2), 112-128.
Hidayat, S. (2021). Manajemen Logistik dan Rantai Pasok. Penerbit Alfabeta.
Miro, F. (2012). Pengantar Sistem Transportasi. Penerbit Erlangga.
Purnomo, H., & Santoso, I. B. (2019). Analisis Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Jalan Lingkungan di Kawasan Padat Penduduk. Jurnal Teknik Sipil dan Infrastruktur, 7(1), 45-56.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Sekretariat Negara.
Sari, R. K., & Wirawan, A. (2023). Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Pemetaan Titik Kemacetan Logistik Perkotaan. Jurnal Rekayasa Teknologi ITATS, 12(3), 201-215.
Tamin, O. Z. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Penerbit ITB.
Taniguchi, E., & Thompson, R. G. (2018). City Logistics: Mapping The Future. CRC Press.
Warpani, S. P. (2002). Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penerbit ITB.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Firman Amir, Ahmad Adrian Hanafiyah, Fariz Rohman Maulana, Nursaidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









