Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning Terhadap Indeks Glikemik Cookies sebagai Alternatif Cemilan Sehat

Authors

  • Apul sitohang Universitas Katolik Santo Thomas
  • Sanggam Dera Rosa Tampubolon Universitas Katolik Santo Thomas
  • Connie Daniela Universitas Katolik Santo Thomas

Keywords:

tepung labu kuning, tepung terigu, indeks glikemik, cooekies

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung labu kuning terhadap indeks glikemik cookies, mengevaluasi kualitas sensori dan organoleptik cookies yang mengandung tepung labu kuning dan menawarkan alternatif cemilan sehat dengan indeks glikemik rendah sebagai pilihan yang lebih aman bagi pengendalian kadar gula darah.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kombinasi perbandingan antara tepung labu kuning dengan tepung terigu dengan sandi (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: T1 = 90% : 10%, T2 = 80% : 20% dan T3 = 70% : 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung labu kuning dengan tepung terigu berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar N, kadar air, kadar abu, indeks glikemik, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik tekstur, nilai organoleptik aroma dan nilai organoleptik warna.     Persentase tepung labu kuning yang lebih besar dibandingkan tepung terigu menghasilkan cookies dengan kadar abu dan indeks glikemik yang semakin tinggi, sedangkan kadar N, kadar air, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik tekstur, nilai organoleptik aroma dan nilai organoleptik warna lebih rendah. Mutu cookies terbaik diperoleh pada perbandingan tepung labu kuning dan tepung terigu 70 % : 30 %.

References

Ameliya, R. dan Handito, D., 2018. Pengaruh Lama Pemanasan terhadap Vitamin C, Aktivitas Antioksidan dan Sifat Sensori Sirup Kersen (Mutingia calabura L.). Pro Food Vol. 4(1): 289-297.

AOAC., 2005. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists. 18th Edition. Washington, D.C.: AOAC International.

Binalopa, T., Amir, B., dan Julyaningsih, A. H., 2023. Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) pada Pembuatan Kue Kering. Jurnal Pertanian Berkelanjuan, 11(1), 2302–6944.

Cahyaningtyas, F. I., Basito dan Anam, C., 2014. Kajian Fisiko Kimia dan Sensori Tepung Labu Kuning (Curcubita moschata Durch) sebagai Substitusi Tepung Terigu pada Pembuatan Eggroll. Jurnal Teknosains Pangan Vol. 3(2): 13-19.

Damayanthy K., 2018. Analisis Indeks Glikemik Bolu Labu Kuning (Cucurbita moschata) Menggunakan Pemanis Gula Merah Kelapa (Cocos nucifera Linn) sebagai Pangan Diet untuk Penderita Diabetes Melitus. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Estiasih T dan Ahmadi, 2011. Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara. Jakarta.

Gasperz, V., 1991. Metode Perancangan Percobaan. Armico. Bandung..

Gourineni, V., Stewart, M. L., Skorge, R. dan Wolever, T., 2019. Glycemic index of slowly digestible carbohydrate alone and in powdered drink-mix. Nutrients 11: 1–9.

Handayani, D., Nurwantoro dan Pramono, Y. B., 2022. Karakteristik Kadar Air, Serat dan Rasa Beras Analog Ubi Jalar Putih dengan Penambahan Tepung Labu Kuning. Jurnal Teknologi Pangan, Vol. 6(2): 14-18.

Harja, D., 2019. Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning terhadap Mutu Cookies. Jurnal Teknologi Pangan, 10(1): 25–31.

Hendrasty, H dan Krissetiana, 2013. Teknologi Pengolahan Pangan: Tepung Labu Kuning. Kanisius. Yogyakarta.

Igraf, A., 2012. Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) dan Tepung Terigu Terhadap Pembuatan Biskuit. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Lestari, D., 2001. Pemanfaatan Labu Kuning dalam Pengembangan Produk Pangan Fungsional. Jurnal Teknologi Pangan, 2(1): 30–35.

Mirmiran, P., Bahadoran, Z., & Azizi, F., 2006. Functional Foods-Based Diet as a Novel Dietary Approach for Management of Type 2 Diabetes and Its Complications: A Review. World Journal of Diabetes, 5(3): 267–281.

Nurfitriani, N., N. M. Naibaho dan R. I. Mulyani, 2022. Analisis Nilai Proksimat dan Nilai Indeks Glikemik pada Cookies dengan Penambahan Pasta Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. poiret) Dan Tepung Oat (Avena sativa) Dengan Perbedaan Suhu. Buletin LOUPE Vol. 18(2): 83-90.

Rahayu, W.P., 2011. Pedoman Uji Organoleptik. IPB Press. Bogor.

Sadler, M., 2011.Food, Glycaemic Response And Health. ILSI Europe.

WHO, 2016. Global Report on Diabetes. World Health Organization. Geneva.

Widowati, S., Suarni, O., Komalasari, dan Rahmawati, 2003. Pumpkin (Curcubita moschata Durch) an alternative staple food and other utilization in Indonesia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor, 1, 41-48.

Winarno, F.G., 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Zhadilah, N., Maulidya B, Gelora H., Augustyn dan S. Palijama, 2023. Karakteristik Kimia dan Organoleptik Cookies Tersubstitusi Tepung Labu Kuning. Jurnal Agrosilvopasture-TechVol. 2(2): 269-275.

Downloads

Published

2025-10-01

How to Cite

sitohang, A., Sanggam Dera Rosa Tampubolon, & Connie Daniela. (2025). Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning Terhadap Indeks Glikemik Cookies sebagai Alternatif Cemilan Sehat. Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA), 51–60. Retrieved from https://ejournal.ust.ac.id/index.php/retipa/article/view/5718

Issue

Section

Artikel