Pemanfaatan Limbah Biji Durian sebagai Bahan Subsitusi Tepung Terigu dalam Pembuatan Bolu
Keywords:
tepung biji durian, tepung terigu, kue boluAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung biji durian dan tepung terigu serta lama penyimpanan terhadap kualitas kue bolu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Medan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor. Faktor pertama adalah persentase tepung biji durian dan tepung terigu dengan taraf K0 hingga K3, sedangkan faktor kedua adalah lama penyimpanan dari 10 hari hingga 40 hari. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa persentase tepung biji durian dan tepung terigu serta lama penyimpanan masing-masing berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar gluten, serta nilai organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Sementara itu, interaksi kedua faktor tersebut hanya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein saja, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar gluten, serta seluruh atribut organoleptik. Berdasarkan keseluruhan parameter pengujian, mutu kue bolu terbaik berhasil diperoleh pada kombinasi perlakuan K3L0 dengan proporsi tepung biji durian 25% dan tepung terigu 75% serta lama penyimpanan selama 10 hari.References
Badan Pusat Statistik/BPS-Statistics Indonesia. 2020. Statistik Tanaman Buah-buahan Dan Sayuran Tahunan Indonesia. Bogor.
Bangun, P., 1991. Pengaruh Pemberian Perlakuan. Agro Media Pustaka, Jakarta.
Desrosier, N. W. 2018.. Teknologi Pengawetan Pangan. Universitas Indonesia. Jakarta.
Nisa, U. K, Haslina dan S. Untari, 2017. Variasi Lama Penyimpanan Pada Margarin terhadap Perubahan Bilangan Peroksida, Asam Lemak Bebas, Kadar Air, dan Uji Organoleptik. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Universitas Semarang. Semarang.
Nurani, S. dan S. S. Yuwono, 2014. Pemanfaatan Tepung Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) sebagai Bahan Baku Cookies (Kajian Proporsi Tepung dan Penambahan Margarin). Jurnal Pangan dan Argoindustri. Vol. 2 No. 2, 50-58.
Nurfiana, F., Mukaromah, U., Jeannisa, V. C., dan Putra, S. 2009. Pembuatan bioethanol dari biji durian sebagai sumber energi alternatif. Prosiding Seminar Nasional V SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta, 5 November 2009.
Ramadhani, Z. O., B. Dwiloka dan Y. B. Pramono. 2018. Pengaruh Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Pisang Kepok (Musa acuminata L.) terhadap Kadar Protein, Kadar Serat, Daya Kembang, dan Mutu Hedonik Bolu Kukus. Jurnal Teknologi Pangan Vol. 3(1): 80-85.
Simanjorang, T. H. 2019. Pemanfaatan Tepung Biji Nangka dan Sale Pisang Ambon dalam Pembuatan Snack Bar. Skripsi. Universitas Riau. Pekanbaru.
Sitohang, A dan S. D. R. Tampubolon. 2024. The Use of Durian Seed Waste and Reducing Wheat Flour in Biscuit-Making. Tuijin Jishu/Journal of Propulsion Techonoogy.
USDA, 2014, Komposisi Kimia Tepung Tapioka per 100 gram Bahan.
Verawati, B dan N. Yanto. 2019. Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Biji durian pada Biskuit sebagai Makanan Tambahan Balita Underweight. MGI Vol. 14(1): 106-114.
Winarno. 2014. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.









